Kisahku di Jogja

1463710949997Ramadhan lalu, aku, mamah, dan adik menjalanu puasa di Jogja. Sebulan kami berada di sana untuk melakukan terapi buat adikku. Adikku anak istimewa. Dia terkena kerusakan syaraf otak (CP/Cerebral Palsy). Di saat anak-anak seusianya bisa bermain dan berlari, adikku baru bisa berdiri dan duduk di kursi roda. Di kota pelajar ini, kami hanya bertiga tanpa ayah dan saudara lain, karena ayah masih bekerja di luar jawa.

Kami tinggal di tempat kost di daerah Kadisoka, Sleman. Adikku terapi di Griya Fisio Bunda Novi. Di sana banyak anak-anak istimewa seperti adikku. Keseharianku menemani mamah terapi adik. Di kadisola angkot jarang. Jadi kalau mau terapi kadang kami jalan, kadang kami naik ojek tukang las/satpam.

Suatu hari, karena sering kejang adikku diperiksakan ke dokter anak syaraf Prof. Sunartini. Walaupun mamah belum tahu pasti alamatnya, tapi kami tetap berangkat ke sana naik bis Trans Jogja. Kami sempat tersesat dan muter-muter mencari alamatnya dengan menggunakan becak. Tapi akhirnya kami sampai di tempat praktek Prof. Sunartini.

Sampai jam 9 malam, kami baru keluar dari sana. Aku sudah sempat berbuka puasa di warung. Tapi mamahku belum berbuka. Saat mampir minimarket mamahku sempat terjatuh sambil menggendong adik. Saat mau pulang kami susah mendapatkan ojek. Mamahku menggendong adik dan menggandeng aku yang sudah mengantuk menyeberang dan berjalan mencari bantuan orang yang mau mengantar kami. Alhamdulillah ada seorang bapak satpam yang mau mengantarkan kami kembali ke kost walaupun menggunakan motor tua.

Itulah hari-hariku di Jogja yang tak terlupakan. Alhamdulillah, puasaku penuh sampai sebulan.

Nasywa Qonuni

Kls 2 Alkuttab Gedawang

semarang