Kurangi Dosa, Perbanyak Pahala

Kurangi Dosa, Perbanyak PahalaTak terasa bulan Ramadhan akan segera berakhir. Hari-hari indahnya akan segera berlalu. Padahal, kita belum bepuasa dengan sungguh-sungguh. Belum mengkhatamkan tadarus Al-Qur`an. Dan, belum banyak kebaikan yang kita amalkan.

Kawan, mari perbanyak ibadah, perbanyak bacaan Al-Qur`annya, tambahkan amalan-amalan sunahnya. Mumpung pahalanya masih dilipat ganda dan pintu ampunan masih terbuka.

Kamu pasti tahu, bahwa setiap orang pasti pernab berbuat dosa. Semua orang pernah salah. Semua orang pernah khilaf. Mereka, kami, dia, kamu, dan saya.

Yang berbeda hanya kadar dosanya. Ada orang yang sudah menggunung dosanya, karena banyaknya keburukan yang dilakukannya. Ada juga orang yang catatan dosanya mungkin masih sedikit. Masih sebatas dosa-dosa kecil. Namun, jika tidak berhati-hati, dosa-dosa itu pun akan semakin banyak.

Ada sebuah dosa yang sangat besar. Dosa apakah itu? Itulah dosa syirik, yaitu menyekutukan Allah. Menyembah kepada selain Allah, misalnya dewa, patung, kuburan, pohon besar, keris, batu akik, dan lain-lain.

Dosa syirik adalah dosa yang paling berbahaya. Seseorang yang berbuat syirik, tidak akan diampuni dosanya jika tidak bertaubat. Dia akan dimasukkan ke dalam neraka selama-lamanya. Naudzubillah, semoga semua kita terhindar dari kesyirikan.

Kawan, mumpung Ramadhan belum berakhir, cobalah ingat lagi, dosa apa yang pernah kamu lakukan. Bagaimana dengan shalat kamu? Apakah kamu masih lalai? Apakah kamu masih terbiasa menunda shalat? Kamu yang laki-laki, apakah masih malas berjamaah di masjid?

Masihkah kamu bangun kesiangan hingga terlewat waktu shubuh? Masihkah kamu menunda shalat Dzuhurnya karena keasyikan bermain? Bagaimana dengan Shalat Ashar, shalat magrib, dan shalat Isya? Masihkah juga tidak tepat waktu? Astaghfirullah. Ya Allah, ampuni hambaMu ini.

Bagaimana pula dengan tilawah Al-Qur`anmu? Masihkan kamu tidak serius? Masihkan malas menghafalnya? Atau, bertambah malas dalam mempelajarinya? Astaghfirullah…!

Bagaimana dengan perilaku kamu, masihkah belum sesuai dengan akhlak yang baik? Misalnya, marah-marah ke ibu, membohongi ayah, mengingkari janji, mencela, memaki, mengumpat, sombong, dan banyak lagi.

Kawan, dosa terhadap orang tua, kepada ayahdan ibu, adalah dosa yang besar. Ingatlah, betapa ibu sangat baik terhadap kamu, menyayangi dan melayani kamu setulus hatinya. Demikian juga ayah. Dia sangat bahagia sekali ada kamu. Senang sekali melihat kamu. Bagaimana dengan dirimu? Apakah kamu juga mencintai ayah dan ibumu?

Kawan, ingatlah kembali, ketika kamu tidak menurut kepada ibumu. Kepada ibu yang telah tulus melayanimu, kamu berani membentaknya. Kepada ayah yang sangat menyayangimu, kamu malah membantahnya. Kepada keduanya, kamu telah melukai perasaannya. Naudzu billah.

Yuk, sejenak menarik nafas. Ada jeda untuk menghitung-hitung dosa. Ada waktu untuk mengingat-ingat keburukan. Agar kamu bisa melangkah dalam keridhaan ilahi. Dan tidak lagi membiarkan keburukan itu terus meningkat dan bertambah pada dirimu.

Memang benar, tidak ada orang yang tidak punya dosa. Namun, dosa bukan untuk dibiasakan. Perbuatan dosa harus dihindari. Jika kamu sadar telah berbuat dosa, segeralah meminta ampun kepada Allah. Astaghfirullah. Dan, pastikan kamu tidak mengulangi dosa itu lagi.

Gantilah perbuatan dosamu dengan amal shalih. Pastikan, tiada hari tanpa amal shalih yang menyerta. Tiada hari tanpa melakukan kebaikan. Tiada hari tanma bertambahn ilmu. Dan, tiada hari tanpa memohon amal diterima. Sepanjang hari penuh kebaikan, sejak pagi, siang, sore, hingga malam.

Yuk, bangun di keheningan malam. Kamu shalat beberapa rakaat. Bacaan Al-Qur`anmu dipanjangkan. Ruku dan sujudnya, kamu tumakninahkan. Kemudian mengadu kepada Allah. Minta diberi kemudahan untuk selalu berbuat baik. Minta disepikan dari dosa, dan diramaikan dengan pahala.[Saiful Anwar]