Maafkan Ifan, Bunda! – Kisah Berhikmah

Malam itu Ifan tidak dapat memejamkan matanya. Ia telah berusaha namun tetap tidak bisa. Dalam kepalanya terbayang akan sesuatu. Suara takbir terus menggema memenuhi langit kala itu.

Maafkan Ifan

Allahu Akbar.. Allahu Akbar..Laa ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar walillahil hamd…

Gema takbir terdengar sudah. Pertanda hari raya Iedul Fitri telah tiba dan bulan Ramadhan kini pergi meninggalkan semuanya. Sepanjang malam alunan takbir terus didengarkan melalui pengeras suara masjid hingga esok hari. Malam itu menjadi malam paling indah bagi orang-orang islam. Setelah 30 hari berpuasa kini saatnya mereka menyambut hari kemenangan. Kemenangan dalam menahan hawa nafsu, kemenangan yang Allah janjikan pahala yang besar.

Ifan masih terbaring di tempat tidurnya. Ia tidak bisa tidur. Kemudian ia duduk dan membangunkan kak Firman yang sudah tidur di sampingnya.

“Kak…” Kak Firman tidak bergeming. “Kak Firman bangun kak…” kata Ifan sambil menggoyang kaki kakaknya. Namun kak Firman masih saja tidur nyenyak.

“Kaak firmaan…” kata Ifan lebih keras. Kak firman terbangun. “Apa sih dek?” kata kak Firman sambil merem.

Ifan nggak bisa tidur kak, kata Ifan pelan. Lalu kak Firman duduk.

“Memangnya kenapa dek?” kata kak Firman. “Ifan kepikiran sesuatu kak.”

“Ada masalah apa?” tanya kak Firman lagi. Ifan terlihat takut mengatakannya.

“Ifan pernah berbohong sama bunda kak, Ifan pengen minta maaf besok tapi Ifan takut,” kata Ifan. Kak Firman terdiam sejenak dan kemudian mengusap kepala adiknya.

“Berbohong soal apa?” tanya kak Firman.

“Dulu Ifan pernah pulang sekolah terlambat. Terus bunda nanya Ifan dari mana, Ifan bilang dari belajar bersama di rumah Udin. Padahal Ifan habis main game on line. Tapi sekarang Ifan sudah gak main game lagi kak, kata bunda ngegame bikin malas belajar,” ifan menjelaskan. Kak Firman menghela nafas panjang.

Baca juga : Kisah Berhikmah – Ucup yang Usil

“Ya sudah yang penting Ifan nggak mau ngulangi lagi kan?” Besok Ifan bilang ke bunda Ifan pernah berbohong sama bunda, dan Ifan ingin minta maaf.

“Tapi Ifan takut kak.” Kata Ifan sambil memainkan jarinya.

“Justru bunda akan senang kalo Ifan mau berkata jujur. Apalagi meminta maaf atas kesalahan Ifan. Bunda pasti tambah sayang tuh nanti sama Ifan.

“Makasih ya kak Firman. Kalau Ifan pernah punya salah sama kakak mohon dimaafkan ya kak.”

“Iya dek Ifan, kakak juga ya. Kemudian mereka berdua berpelukan sambil tersenyum. Malam itu lanunan takbir terus terdengar. Membuat setiap orang yang mendengarnya akan merasa selalu dekat dengan Allah yang maha kuasa.

Baca juga : Ucup yang Usil – Kisah Berhikmah

Keesok harinya terlihat iring-iringan manusia yang berbondong-bondong berjalan menuju lapangan. Mereka adalah kaum muslimin yang akan melakukan sholat hari raya Iedul Fitri. Jalanan akan sepi sejenak dari kendaraan bermotor. Berganti dengan suara takbir yang dikumandangkan dari seluruh penjuru. Maha besar Allah atas segala keindahan syariatNya.

Ifan bangun lebih awal hari itu. Ia tidak sabar ingin segera meminta maaf dengan bunda. Setelah sholat subuh berjamah di masjid ia segera mandi dan makan. Ia menunggu saat yang tepat untuk bertatap muka dengan bunda. “Bunda…” kata Ifan memanggil bunda pelan.

“Iya dek Ifan,” kata bunda tanpa menoleh ke arah Ifan karena bunda sedang menyiapkan makanan di meja makan.

“Ifan mau minta maaf sama bunda. Ifan dulu pernah berbohong sama bunda. Ifan juga minta maaf selalu bikin bunda kecewa sama Ifan. Maafkan Ifan ya bunda…” Ifan merasa lega akhirnya ia dapat mengatakannya dengan lancar. Bunda tersenyum ketika melihat ke arahnya. Kemudian bunda mencium Ifan dan menggendongnya.

Selamat hari raya Iedul Fitri, taqobbalallu minna waminkum.

Allahu Akbar.. Allahu Akbar..Laa ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar walillahil hamd…

(Kak Fatih)