Manakah Doa Istiftah yang Benar?

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

doa istiftahUstadz saya mau tanya, bagaimana bacaan istiftah yang benar. Apakah yang “Allahumma baid baini…” atau yang “Allahuakbar kabiira….”?

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Yazid Shalahudin

Kaloran, Temanggung, Jawa Tengah 56282

 

jawab :

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh

Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa man tabi’a hudah. Adik adik yang shalih dan shalihah, membaca doa istiftah itu hukumnya sunnah. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam mengajarkan kepada kita bermacam macam doa istiftah, ada yang panjang dan ada yang pendek.

Baca juga : Menghirup Aroma Wangi Dan Balsem, Batalkah Puasanya?

Suatu ketika Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam hendak mendirikan shalat, setelah berdiri menghadap kiblat beliau shallallahu’alaihi wasallam bertakbir takbiratul ihram kemudian diam sejenak baru membaca Al Fatihah. setelah selesai dari shalatnya ada sahabat yang tanya kepada beliau, “wahai Rasulullah, kutebus engkau dengan ayah dan ibuku, aku melihatmu berdiam antara takbir dan bacaan ayat. Apa yang engkau baca ketika itu?

maka Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “aku berdoa :

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ،كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

“Allahumma baa’id baini wa baina khataayaaya kama baa’adta bainal masyriqi wal maghribi, Allahumma naqqini min khataayaaya kama yunaqqats tsaubul abyadhu minad danasi, Allahummagh silnii min khataayaaya bil maa i wast tsalji wal baradi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

pada kesempatan yang lain, Ibnu Umar pernah shalat bersama Nabi kemudian ada salah satu makmum yang berdoa dengan doa istiftah :

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

“Allahuakbar kabiira wal hamdulillahi katsiira wa subhanallahi bukrataw wa ashiilaa”

Setelah selesai shalat, Rasulullah bertanya kepada para sahabatnya, “siapa diantara kalian tadi yang berdoa dengan doa ini” (Allahuakbar kabiira wal hamdulillahi katsiira wa subhanallahi bukrataw wa ashiilaa), maka salah seorang dari sahabat ada yang mengaku, “itu saya ya Rasulallah.” maka Rasulullah bersabda, “Aku terheran heran darinya, dibukakan baginya pintu-pintu langit.” Ibnu Umar pun berkata, “Aku tidak pernah meninggalkan doa ini sejak beliau berkata demikian.” (HR. Muslim)

jadi boleh bagi kita untuk membaca doa istiftah yang pertama atau yang kedua.