Meludah, Nggak Boleh Sembarangan

Meludah, Nggak Boleh Sembarangan

Duh sebel banget deh, baru saja wudhu, belum sempat naik tangga masjid, udah nginjak ludah. Keluar dari kamar mandi sekolah, kaki sudah bersih, belum lagi bersepatu, eh sudah nginjak ludah. Mana kental lagi, hi!

Hii, jorok! Pasti kamu merasa jijik. Mungkin di antara kamu ada yang mendadak mual, jika teringat pengalaman menginjak ludah.  Mohon dimaafkan, ini demi kenyamanan dan kebaikan kita bersama. Baik, Mari kita seleseikan dulu membacanya. Agar kamu tahu bagaimana seharusnyna membuang ludah yang benar.

Ada lagi yang nyebelin, Lagi asyik jalan pulang sekolah, tiba-tiba sepeda motor melaju dari belakang dan persis saat di depan kamu, penunggangnya meludah. Walau kamu juga yakin, orang tadi tidak sengaja meludahimu. Tapi, huh, betapa geramnya perasaan kamu. Siapa sih yang meludah? Gak sopan banget!

Atau di alun-alun, setelah asyik berlari pagi. Sudah mulai berkeringat. Mulai terasa capeknya. Kemudian kamu hendak istirahat, dan mencari tempat duduk di bawah pohon beringin di tengah alun-alun. Ya Allah baru saja mau duduk, ternyata sudah ada ludah di situ. Kotor. Jorok. Siapa sih, meludah kok sembarangan?

Satu lagi. Kamu asyik berenang di kolam, beramai-ramai bersama kawan. Memutari kolam sudah berkali kali, mungkin lebih dari lima putaran. Lalu haus, eh saat keluar dari kolam menuju kantin, ada ludah di bibir kolam, di lantainya. Dan ketika kaki melangkah, satu kakimu menginjak ludah. Spontan langkahmu terhenti. Hi! Meludah kok sembarangan.

Memang masih banyak orang meludah sembarangan. Di teras masjid, di halaman rumah, di depan kelas, di samping warung, di mobil umum, di lantai dalam gedung olah raga, atau di jalan setapak menuju masjid. Sungguh terasa jika ludah itu terinjak, saat kita tidak beralas kaki, tanpa sandal tidak sedang bersepatu. Hi, jijiknya!

Pastinya orang meludah asal itu telah menjadi sebab sakit hatinya orang lain. Menjadikan orang bisa marah ketika melihat ludah tercecer. Apalagi sampe keinjak, atau bahkan kecipratan.

Adab Membuang Ludah

Memang tak ada larangan bagi yang meludah di jalan atau di halaman sekolah, di halaman rumah atau di halaman masjid sekalipun. Tapi mari perhatikan, bahwa pasti ada orang lain selain kamu. Karenanya, saat meludah haruslah mencari tempat tersembunyi. Kemudian, setelah meludah segera ditindih batu, diurug tanah, atau lebih baik jika kamu gosokkan dengan sendal atau sepatu. Mengering dan tak berbekas.

Hindari meludah di lantai termasuk dalam bus atau angkutan umum. Jika di dalam ruangan terpaksa meludah, sebisa mungkin segera keluar. Atau mencari toilet umum. Meludah aman jika dalam kamar mandi atau toilet, bahkan ludah langsung kabur masuk kloset. Tidak pernah ada orang yang tersakiti karena ulahmu, karena ludahmu.

Anak shalih hendaknya memperhatikan adab atau etika yang benar. Bahwa meludah tidak boleh ke arah kiblat. Hal ini sangat dilarang. Meludah ke kanan juga tidak diperkenankan. Dan jika dalam shalat terpaksa harus meludah, maka dibolehkan, tapi harus ke kiri atau ke bawah telapak kaki.

Bagi kamu yang biasa meludah atau karena sedang sakit maka hendaknya ke manapun di mana pun kamu pastikan membawa sapu tangan atau pun tissu. Atau apapun yang bisa menampung ludahmu sementara. Kamu aman, orang lain  pun senang. Begitulah cara menjadi anak baik dan sopan. Dan ini bagian dari akhlak mulia. Terpuji, berpahala.