Membaca Al-Qur’an dengan Lirih atau Keras? – Tanya Ustadz

Membaca Al-Qur’an

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ustadz, saya mau tanya, bolehkah membaca Al-Qur`an dengan suara lirih? Apakah diharuskan membaca Al-Qur`an dengan suara keras sampai terdengar oleh orang lain? Sekian pertanyaan dari saya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Himma

Tegal – Jateng

 

Jawab :

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Membaca Al-Qur`an adalah ibadah yang mulia, berpahala, mensucikan jiwa, dan mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla. Kamu boleh membacanya dengan suara lirih maupun suara keras.

Jika berada di masjid, membaca Al-Qur`an lebih afdhal (utama) dengan suara lirih. Agar tidak mengganggu orang yang sedang shalat, berdoa, atau orang lain yang sedang membaca Al-Qur`an. Dan yang terpenting, agar kita terhindar dari riya’, yaitu perasaan ingin dipuji orang lain karena bacaan Al-Qur`an kita.

Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beri’tikaf di dalam masjid, beliau mendengar para shahabat membaca Al-Qur`an dengan suara keras, maka beliau bersabda, “Ketahuilah sesungguhnya masing-masing dari kalian sedang bermunajat kepada Rabbnya, maka janganlah sebagian dari kalian mengganggu yang lain, dan janganlah sebagian mengeraskan suara di atas yang lain dalam membaca Al-Qur`an.” (HR.Ahmad dan Abu Dawud)

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda ;

“Orang yang mengerasakan bacaan Al-Qur`annya seperti orang yang terang-terangan ketika bershadaqah, dan orang yang melirihkan bacaan Al-Qur`annya adalah seperti orang yang menyembuyikan shadaqahnya.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ahmad)

Orang yang menyembunyikan shadaqahnya lebih terhindar dari ujub dan riya. Demikian pula membaca Al-Qur`an dengan suara lirih.

Membaca Al-Qur`an dengan keras boleh dilakukan jika dibutuhkan. Misalnya, waktu berkhutbah, belajar membaca Al-Qur`an, atau memberi contoh bacaan Al-Qur`an kepada orang.