Memberi Nama yang Baik – Tanya Ustadz

Memberi Nama yang Baik - Tanya Ustadz

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ustadz aku mau tanya, bolehkah seorang ibu memberi nama anaknya tanpa arti, atau memberi nama anaknya dengan nama yang jelek artinya? Sekian dulu ustadz pertanyaannya, mohon dijawab, maaf bila ada kata-kata yang salah.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Juanda Al-insyiroh

Lampung Tengah

 

Jawab:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Adik Juanda, pertanyaan kamu sangat bagus. Dalam Islam, yang berhak memberikan nama anak adalah ayah si anak, bukan ibunya. Namun, ibu boleh saja mengusulkan nama kepada ayah.

Islam juga menganjurkan agar seorang ayah memberikan nama yang bagus bagi anak-anaknya.

Dari Abu Dardaa’, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama kalian dan nama bapak-bapak kalian. Maka baguskanlah nama-nama kalian” (HR. Abu Dawud, hadits tersebut dhaif/lemah namun benar isinya)

Rasulullah tidak menyukai nama yang jelek. Karena itu, beliau kerap mengganti nama seseorang yang jelek dengan nama yang lebih baik.

“Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam merubah nama-nama yang jelek menjadi nama-nama yang baik” (HR. AT-Tirmidzi).

Jadi, seorang ayah harus menamai anaknya dengan nama yang mengandung arti yang baik, dan tidak boleh memberi nama anak dengan nama yang mempunyai arti jelek dan buruk.

Contoh nama-nama yang dianjurkan Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam adalah :

“Nama paling disukai Alloh adalah ‘Abdullah dan ‘Abdurrahman.” (HR. Abu Dawud)

“Nama paling jujur adalah Harits dan Hammam.” (HR. Abu Dawud)

Atau dianjurkan menamai anak dengan nama-nama nabi, sebagaimana yang dilakukan oleh nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam ketika menamai putranya (yang meninggal diwaktu bayi) dengan nama Ibrahim.