Menanam Pohon, Pahalanya Tiada Henti

Menanam Pohon, Pahalanya Tiada Henti

Islam adalah agama yang sempurna dan mudah. Sempurna, karena semua urusan umatnya sudah ada aturannya.  Ada yang tercantum dalam Al-Qur`an. Ada yang dicontohkan oleh Rasulullah. Dan, ada pula  yang diteladani dari para sahabat Nabi.

Islam juga mudah. Banyak amalan yang bernilai ibadah. Setiap kebaikan yang diridhai dan dicintai Allah, akan mendapat pahala. Baik berupa perkataan maupu perbuatan, yang tampak maupun yang tersembunyi. Nah, agar setiap yang kita kerjakan bernilai ibadah, maka kita harus tahu, apa saja yang dicintai dan diridhai Allah subhanahu wata’ala.

Salah satunya, Allah sangat menicintai hamba-Nya yang tidak membuat kerusakan di bumi, serta mau melestarikan dan menjaga keseimbangan alam semesta ini. Misalnya, dengan cara menanam dan merawat pohon.

Anjuran Rasulullah untuk Menanam Pohon

Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam menganjurkan umatnya untuk menamam biji yang dimilikinya, meskipun terjadi kiamat.

Dari sahabat Anas bin Malik radhiallahu’anhu, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

إِنْ قَامَتْ السَّاعَةُ وَبِيَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ فَإِنْ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا يَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَفْعَلْ

“Jika terjadi hari kiamat sedang salah seorang dari kalian mempunyai bibit kurma, jika mampu hendaklah jangan berdiri sampai dia menanamnya.” (HR. Ahmad)

Begitu mulianya perbuatan menanam pohon. Sehingga, Rasulullah tetap memerintahnya orang yang memiliki benih kurma untuk menanamnya, meskipun kiamat sedang terjadi.

Ya, menanam dan merawat pohon menang perbuatan yang sangat mulia. Banyak manfaat dari menanam pohon. Jika kita menanam pohon, kita bisa bersadaqah dengan buah dan hasil tanamannya, meskipun kita tidak memberikannya secara langsung.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam pernah menemui Ummu Mubasyir Al-Anshariyah di kebun kurma miliknya, lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya: “Siapakah yang menanam pohon kurma ini? Apakah ia seorang muslim atau kafir?”

Ummu Mubasyir menjawab, “Seorang Muslim, ya Rasulullah!”

Rasulullah lalu bersabda: “Tidaklah seorang Muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman lalu tanaman tersebut dimakan oleh manusia, binatang melata, atau sesuatu yang lain, kecuali hal itu bernilai sedekah untuknya.”

Bahkan yang buah yang dicuri oleh orang pun akan bernilai shadaqah bagi penanamnya, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda; “Tidaklah seorang muslim yang bercocok tanam, kecuali setiap tanamannya yang dimakannya bernilai sedekah baginya, apa yang dicuri orang darinya menjadi sedekah baginya, apa yang dimakan binatang liar menjadi sedekah baginya, apa yang dimakan burung menjadi sedekah baginya, dan tidaklah seseorang mengambil darinya, melainkah ia menjadi sedekah baginya.” (HR. Muslim)

Jadi, dengan menanam pohon ibarat bersedekah tanpa kita sadari. Buah yang dimakan orang atau binatang, daun yang dimakan ulat, dahan yang dijadikan sarang burung, semuanya akan dinilai sedekah.

Selain itu, dengan menanam pohon, kita juga dapat menjaga dan merawat bumi. Pohon dapat mencegah tanah longsor, menyediakan oksigen, memberikan peneduh dikala panas, dan berbagai manfaat lainnya.

Dan, semua manfaat dari pohon itu akan dinilai sebagai sedekah bagi penanamnya. Jika satu pohon dapat memberikan banyak pahala sedekah, bagaimana jika yang ditanaman berpuluh, atau bahkan beratus pohon? Tentu saja, manfaatnya semakin banyak, dan pahala pun akan terus mengalir tiada henti. Wallahua’lam.