Menara Masjid

Kalian sering ke masjid, kan? Nah, biasanya masjid memiliki tiang tinggi untuk tempat speaker. Dari tempat tinggi, suara adzan bisa terdengar hingga kejauhan.

Pada beberapa masjid kuno, ada bangunan menara yang tinggi. Di menara ini, ada tempat khusus untuk muadzin mengumandangkan adzan. Seorang muadzin, harus naik ke atas menara untuk mengumandangkan azan agar didengar hingga jarak yang jauh.

Masjid-NabawiPada awalnya, Islam belum mengenal adanya bangunan menara pada masjid. Ketika pertama dibangun, Masjid Nabawi tidak memiliki menara. Sahabat Bilal bin Rabbah mengumandangkan adzan di atas tiang di rumah Abdullah bin Umar, agar kumandang adzan dapat terdengar hingga kejauhan.

Menara masjid baru dibangun pada masa pemerintahan Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan, dari Dinasti Muawiyah. Muawiyah membangun menara di kota Bashrah pada tahun 665 Masehi.

Tahun 703 M, atau tahun 91 Hijriah, Khalifah Umar bin Abdul Aziz membangun empat menara di setiap sudut Masjid Nabawi. Setiap menara tingginya mencapai sembilan meter. Melalui menara itu, muadzin bisa mengumandangkan panggilan shalat.

Sekarang, Masjid Nabawi memiliki 10 menara dengan tinggi masing-masing 105 meter. Sedangkan Masjidil Haram memiliki 9 menara dengan tinggi 89 meter.

hassan_mosque_iiMenara masjid tertinggi dimiliki oleh Masjid Masjid Hassan II di Casablanca, Maroko. Menara masjid ini berdiri setinggi 210 meter.Qutub Minar delhi india architecture history

Di India ada juga menara masjid tertinggi yang dibuat dari batu bata, yaitu Menara Qutub Minar di Delhi, India. Tingginya 72 meter.