Mencium Al-Qur`an

Mencium Al-Qur`an

 

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh,

Ustadz, saya mau tanya. Apakah jika Al-Qur’an jatuh, kita harus menciumnya dan meletakkannya ditempat semula? Kata teman-teman, saya harus menciumnya, tapi teman yang lain bilang tidak usah dicium, mana yang benar ustadz? Jazakumullah khairan

Wassalamu’alikum warahmatullah wabarakatuh

Fajrina Afifah

Medan

Jawab :

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

Alhamdulillah. Al-Qur`an diturunkan Allah sebagai petunjuk dalam kehidupan umat manusia. Al-Qur`an adalah kalamullah atau firman Alah. Kita wajib mensucikan dan memuliakannya. Caranya yaitu dengan membaca, memahami, dan mengamalkannya.

Menjawab pertanyaan kamu, jika kita tidak sengaja menjatuhkan Al-Qur`an, apakah kita harus menciumnya?

Ada ulama yang berpendapat bahwa kita tidak perlu mencium Al-Qur`an. Karena, tidak ada dalil yang memerintahkannya, serta tidak ada contoh dari Nabi Muhammad shallallahu’alihi wasallam, juga tidak ada sahabat, tabi’in, dan tabiut tabi’in yang melakukannya. Kalaulah itu suatu perbuatan yang baik dan mendatangkan pahala, tentunya para sahabat dan orang-orang shaleh setelahnya akan melakukannya dan menganjurkan kepada kita untuk melakukan hal tersebut.

Ada juga ulama yang membolehkan kita mencium Al-Qur`an. Tapi, menurut Syaikh Bin Baz, jika tidak dilakukan (tidak mencium Al-Qur`an) itu lebih utama, karena tidak adanya dalil yang mendasarinya. Imam Ahmad pernah ditanya tentang mencium mushaf, beliau menjawab, “Saya belum pernah mendengar tentang mencium mushaf dari para pendahulu kita yang shalih.”

Jadi, lebih baik kita tidak usah mencium Al-Qur`an. Sebaiknya, kita letakkan Mushaf Al-Qur`an di tempat yang tinggi dan aman. Cara kita memuliakan Al-Qur`an adalah dengan banyak membacanya, memahami arti serta mengamalkannya. Wallahu’alam.