Mengapa bisa terjadi hujan es?

hujan es

Hujan air, itu sih biasa. Kalian bahkan sering menikmatinya dengan berhujan-hujanan. Asyiknya…! Tapi, kadangkala air yang turun berukuran cukup besar dan beku. Wah, ini sih bukan hujan biasa. Ini adalah hujan es.

Bagaimana hujan es bisa terjadi, ya? 

Sebenarnya, proses terjadinya hujan es sama dengan hujan air biasa. Air menguap akibat pemanasan bumi oleh sinar matahari. Uap air naik ke udara dan berkumpul membentuk awan. Awan ini terus bergerak meninggi.

Semakin tinggi udara, suhunya semakin rendah. Uap air pun berubah menjadi titik-titik air. Kita melihatnya sebagai awan hitam atau mendung

Jika jumlahnya semakin banyak, dan ukuran titik-titik air semakin besar, maka air akan jatuh ke tanah. Kita menyebutnya sebagai hujan.

Nah, ada saatnya, uap air naik ke udara yang lebih tinggi, hingga 5.000 meter di atas tanah. Di sini, suhu udara mencapai 0 derajat celsius atau lebih rendah. Akibatnya, uap air pun akan mengkristal membentuk es. Awan yang terbentuk adalah jenis awan cumolonimbus, yaitu awan bergumpal tinggi seperti bunga kol berwarna hitam.

Saat ukurannya semakin besar dan jumlahnya semakin banyak, kristal-kristal es tersebut akan jatuh. Sebagian akan meleleh menjadi air di udara dan turun sebagai air. Namun, kristal es yang berukuran cukup besar akan sampai ke tanah dalam tetap dalam bentuk es. Inilah yang kita lihat sebagai hujan es.

Biasanya, hujan es terjadi pada peralihan musim. Hujan es berlangsung singkat. Seringkali disertai angin kencang dan sambaran kilat.

 

BACA JUGA: MEMBUAT BALON TAHAN API