Mengapa Shaf harus Rapat dan Lurus

Mengapa Shaf harus Rapat dan Lurus

Saat shalat berjamaah, pasti imam mengingatkan makmum untuk meluruskan dan merapatkan shat. Bahkan, iman tak segan memegang kaki makmum untuk mengatur barisan shalat. Mengapa shaf shalat harus lurus dan rapat?

Wah, ternyata rapat dan lurusnya shaf itu memiliki banyak keutamaan, yaitu:

Bagian dari kesempurnaan shalat

Barisan shaf yang rapat dan lurus adalah bagian dari kesempurnaan shalat. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam selalu mengigatkan kepada jamaah untuk meluruskan dan merapatkan shaf.

Beliau bersabda :

سَوُّوا صُفُوفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاَةِ

“Luruskanlah shaf karena lurusnya shaf merupakan bagian dari kesempurnaan shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mencegah masuknya setan

Shaf yang rapat juga dapat mencegah masuknya setan. Bila shaf shalat berjamaah tidak rapat, maka setan bisa masuk di sela sela barisan untuk mengganggu jamaah shalat.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

“Luruskan shaf-shaf kalian karena sesungguhnya kalian itu bershaf seperti shafnya para malaikat. Luruskan di antara bahu-bahu kalian, isilah (shaf-shaf) yang kosong, lemah lembutlah terhadap tangan-tangan (lengan) saudara kalian dan janganlah kalian menyisakan celah-celah bagi setan. Barangsiapa yang menyambung shaf, niscaya Allah akan menyambungnya  (dengan rahmat-Nya) dan barangsiapa yang memutuskannya, maka Allah akan memutuskannya (dari rahmat-Nya).” (HR. Ahmad, Abu Daud dan Nasai)

Menguatkan persaudaraan

Shaf shalat yang lurus dan rapat menjadi tanda kuatnya rasa persaudaraan sesama jamaah. Dengan merapatkan shat, hati kita akan dirapatkan oleh Allah.

Rasulullah bersabda,

لَتُسَوُّنَّ صُفُوفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللَّهُ بَيْنَ وُجُوهِكُمْ

“Hendaknya kalian meluruskan shaf kalian atau kalau tidak Allah akan membuat wajah kalian berselisih.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Tidak lurusnya shaf akan menimbulkan permusuhan dan kebencian, serta membuat hati kalian berselisih.”

Meningkatkan derajat pelakunya

Kalau teman teman jadi makmum, maka ikuti perintah imam untuk merapatkan kaki kita dengan kaki saudara kita, kalau bisa bahu kita juga menempel dengan bahu saudara kita (kalau tingginya sama), kaki jangan dibuka terlalu lebar, buka sesuai porsi tubuh kita.

Bila ada celah, dipojok kanan atau kiri yang belum terisi maka jangan dibiarkan kosong, jangan memulai shaf yang baru kalau ada shaf yang belum sempurna (terisi penuh).

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa yang menutupi suatu celah (dalam shaf), niscaya Allah akan mengangkat derajatnya dan akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga.” (HR. Ibnu Majah)