Mengganti Puasa (Qadha)

Mengganti PuasaAdik-adik yang shalih dan shalihah, bulan Ramadhan telah berlalu. Idul Fitri pun telah kita rayakan bersama. Kini kita berada di pertengahan bulan Syawal. Nah, di bulan Syawal ini, ada amalan sunnah yang sangat banyak pahalanya, yaitu puasa enam hari di bulan Syawal.

Nabi kita, Muhammad shallallahu’alaihi wasallam, memberi teladan pada umatnya untuk berpuasa sunnah enam hari pada bulan Syawal,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَسِتًّا مِنْ شَوَّالٍ فَقَدْ صَامَ الدَّهْرَ

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dan enam hari di bulan syawal maka seolah-olah dia berpuasa setahun penuh.” (HR. Ahmad)

Alhamdulillah, jika kalian sudah mengamalkannya. Bagi yang belum pernah, yuk mulai belajar mengamalkannya, mumpung masih ada waktu sebelum habis bulan Syawalnya.

Tapi, sebelum berpuasa sunnah di bulan Syawal, kakak mau mengingatkan kepada kalian yang belum sempurna puasa wajib di bulan Ramadhan kemarin. Ayo, ingatlah lagi, ada berapa hari kamu tidak berpuasa, karena sakit, bepergian, atau karena terhalang haid bagi anak perempuan.

Jika ada hutang puasa, maka kamu harus membayarnya (qadha) terlebih dahulu. Kamu harus mengganti puasa sebanyak hari yang kamu tidak berpuasa. Misalnya, kamu tidak berpuasa tiga hari karena sakit, maka kamu harus mengganti berpuasa sebanyak tiga hari. Anak perempuan yang tidak berpuasa karena terhalang haid selama tujuh hari, harus menggantinya dengan puasa sebanyak tujuh hari pula.

Nah, jika ingin mendapatkan pahala berpuasa selama setahun seperti pada hadits di atas, kamu harus mengganti puasa yang wajib terlebih dahulu, sebelum berpuasa  sunnah enam hari di bulan Syawal.

Boleh juga, kamu mengganti puasa wajib di bulan yang lain. Tapi, tentu saja kamu tidak mendapatkan pahala puasa setahun, meskipun kamu melakukan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal.

Cara Mengganti Puasa Wajib

Tata cara mengganti puasa wajib sama persis dengan tara-cara puasa wajib. Kamu harus berniat untuk berpuasa sebelum masuk waktu shubuh. Jika belum berniat sebelum shubuh, maka puasanya tidak sah. Berbeda dengan puasa sunnah yang boleh diniati setelah masuk waktu shubuh. Kamu juga harus menjaga puasa, sama seperti menjaga puasa Ramadhan. Kamu tidak boleh asal membatalkan puasa hanya karena sebab sepele, seperti memenuhi ajakan makan siang teman.

Setelah hutang puasa kamu sempurna dan masih ada sisa hari di bulan Syawal, kamu boleh melanjutkan dengan berpuasa enam hari. Sehingga, kamu akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa setahun penuh.

Nah, adik-adik, yuk kita sempurnakan ibadah puasa kita. Berpuasa wajib di bulan Ramadhan dan disempurnakan dengan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal. Insyaallah, Allah akan membalasnya dengan pahala yang berlimpah.