Menuntut ilmu agama, Ibadah utama dan mulia

ibadahRasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Menuntut ilmu itu fardhu atas setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah, dishahihkan Al-Albani)
Adik-adik tahu kan, arti kata fardhu? Ya, fardhu berarti wajib. Dalam hadits di atas, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mewajibkan kaum muslimin laki laki maupun perempuan untuk menuntut ilmu agama. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam ingin umatnya menjadi umat yang pintar, bukan umat yang bodoh.
Setiap muslim wajib untuk belajar ilmu agama. Kewajiban ini tidak bisa diwakilkan orang lain. Belajar ilmu agama bisa dilakukan sejak masih anak-anak, saat remaja, maupun ketika sudah dewasa dan tua. Setiap muslim harus meluangkan waktu untuk belajar, menjadi murid di sekolah atau mengikuti pegajian dari para ustadz. Bila seorang muslim tidak mau belajar imu agama, artinya dia meninggalkan kewajiban, dan bisa mendapatkan dosa.
Ilmu yang wajib dipelajari adalah ilmu yang tentang akidah dan ibadah sehari-hari, misalnya; ilmu mengenal Allah, tata cara berwudhu, shalat lima waktu, puasa ramadhan, zakat, dan haji, berbakti kepada kedua orang tua, dan akhlak mulia lainnya.
Apa keutamana orang yang menuntut ilmu? Sahabat Abu Darda’ radhialahu’anhu berkata, “Sesungguhnya aku pernah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga. Sesungguhnya malaikat meletakkan sayapnya sebagai tanda ridha pada penuntut ilmu. Sesungguhnya orang yang berilmu dimintakan ampun oleh setiap penduduk langit dan bumi, sampai ikan yang berada dalam air.
Sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu dibanding ahli ibadah adalah seperti perbandingan bulan di malam badar dari bintang-bintang lainnya. Sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi. Sesungguhnya Nabi tidaklah mewariskan dinar dan tidak pula dirham. Barangsiapa yang mewariskan ilmu, maka sungguh ia telah mendapatkan keberuntungan yang besar.” (HR. Abu Daud, dishahihkan Al Albani).
Seorang ulama Tabi’in yang bernama Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah pernah berkata: “Aku tidak mengetahui ada satu ibadah yang lebih utama daripada engkau mengajarkan ilmu (syar’i) kepada manusia.”
Menuntut ilmu adalah ibadah yang sangat mulia. Orang yang menuntut ilmu akan dimudahkan untuk masuk surga. Semoga kita semua dijadikan pewaris Nabi yang mewarisi ilmu, bisa mengamalkannya, serta mengajarkannya kepada orang lain. Allahumma amin.