Monyet Kedih, Primata Berwajah Sedih dari Sumatera

Monyet Kedih, Primata Berwajah Sedih dari Sumatera

Ada monyet bermahkota, tapi dia bukan raja monyet, lho! Dialah Monyet Kedih, monyet langka asli Sumatera.

Monyet kedih punya ciri khas berupa jambul pada kepala yang menyerupai mahkota. Jika dilihat, raut mukanya seperti memancarkan kesedihan.

Warna bulunya perpaduan hitam-putih. Bagian punggung berbulu hitam, sedangkan bagian perut berbulu putih.

Panjang tubuh monyet jantan dan betina hampir sama, sekira 45-49 cm. Berat tubuhnya antara 5-6 kg. Ekornya panjang, yaitu sekira 70 cm.

Asli Indonesia

Monyet ini hanya ditemukan di Sumatera. Kedih awalnya ditemukan di bagian utara Sumatra dan Aceh. Populasi terbanyak Kedih yaitu di Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, terutama di Bahorok dan Ketambe.

Monyet hidup berkelompok. Satu kelompok dipimping seekor monyet jantan, dengan jumlah anggota 10 ekor. Satu ekor jantan, enam ekor betina, dan beberapa ekor anak-anaknya. Mereka hidup menjelajah hutan. Makanan utamanya adalah buah dan bunga. Kadang-kadang mereka juga memakan siput, jamur, dan batang kelapa.

Monyet Kedih tergolong spesies yang hampir punah.

Di luar negeri, monyet kedih dikenal dengan nama North Sumatran Leaf Monkey, Sumatran Grizzled Langur, Thomas’s Langur, Thomas’s Langur, ataupun Thomas’s Leaf Monkey. Sedangkan nama ilmiahnya adalah Presbytis thomasi.