Nabi Idris – Nabi yang Sabar dan Penyayang

Nabi IdrisNabi Idris menjadi nabi kedua setelah nabi Adam. Nabi Idris lahir di Mesir dari keturunan Qabil. Qabil adalah putra Nabi Adam yang berlaku durhaka.

Nabi Idris dilahirkan dari generasi pertama umat manusia. Ketika itu, manusia belum memiliki banyak pengetahuan. Nabi Idris diutus untuk mengajarkan ilmu dan pengeatahuan kepada manusia. Nabi Idris juga mengajak manusia untuk menyembah hanya kepada Allah semata dan meninggalkan sembahan selain Allah.

Nama “Idris” dalam bahasa Arab berarti “belajar”. Seperti namanya, Nabi Idris adalah pemuda yang rajin belajar. Beliau berguru kepada Syits, putra nabi Adam yang shalih. Allah pun mengaruniakan kepada beliau kecerdasan otak dan semangat belajar yang tinggi.
Ketika itu umat manusia dari keturunan Qobil adalah umat yang durhaka kepada Allah. Perilaku mereka sangat buruk. Mereka gemar membuat kerusakan di muka bumi. Mereka lupa kepada Rabb pencipta mereka. Mereka menolak agama Allah, Rabb yang seharusnya mereka sembah.
Allah pun menghukum mereka. Allah menimpakan kemarau panjang. Air sulit didapat. Tanah menjadi tandus. Tumbuhan kekeringan dan mati. Kaum Qabil pun kesulitan mendapatkan makanan.

Maka, Nabi Idris berdoa kepada Allah. Beliau meminta diturunkan hujan. Allah pun mengabulkan doa beliau. Turunlah hujan. Tanah pun kembali menjadi subur dan banyak air.

Nabi Idris adalah nabi yang sabar dan penyayang. Namun, Nabi Idris bersikap keras kepada manusia yang memerangi agama Allah. Beliau tidak pernah takut ancaman dari bani Qabil.

Nabi Idris melakukan perlawanan ketika umatnya diperangi kaum Qabil yang durhaka. Allah pun memberikan kemenangan kepada beliau dan umatnya, serta menghinakan musuh-musuhnya.

Baca juga :  Nabi Luth dan Kaum yang Durhaka

Nabi Pertama yang Menewima Wahyu

Nabi Idris menjadi nabi yang pertama kali menerima wahyu dari Allah melalui malaikat Jibril. Beliau juga menjadi manusia yang pertama kali pandai dalam membaca dan menulis. Beliau adalah manusia pertama kali yang mengajarkan ilmu beternak dan merawat kuda.
Nabi Idris juga menjadi manusia pertama yang membuat pakaian dari kain yang dijahit. Sebelumnya, manusia memakai pakaian dari dedaunan dan kulit binatang. Beliau adalah manusia yang pertama kali mempelajari ilmu pengetahuan alam. Disamping itu beliau juga menemukan ilmu falaq dan matematika.

Nabi Idris selalu menyeru kepada umatnya, “Wahai umatku, berpegang teguhlah kepada agama Allah, dan beribadahlah hanya kepada-Nya. Bebaskanlah dirimu dari adzab akhirat dengan berbuat kebaikan. Zuhudlah di dunia dan berlakulah adil. Sholatlah sesuai ajaran Allah dan berpuasalah di hari-hari tertentu. Berjihadlah di jalan Allah memerangi musuh-musuhNya dan berilah sebagian hartamu kepada kaum yang ditimpa kemiskinan.

Allah menyebut beliau dalam Al-Qur’an pada surat Maryam ayat 56-57:
“Dan ceritakanlah (wahai Muhammad kepada kaummu) kisah Idris, (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang Nabi. Dan Kami (Allah) telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.”
Semoga Allah selalu merahmati beliau. Wallahu a’lam