Nabi Luth dan Kaum yang Durhaka

wp-1464073759099.jpegNabi Luth adalah keponakan dari Nabi Ibrahim. Nabi Luth beriman dan mengikuti ajaran Nabi Ibrahim. Hingga pada saatnya, Allah mengangkati Nabi Luth sebagai nabi dan rasul utusan-Nya.
Nabi Luth diutus kepada penduduk kota Sadum. Kota Sadum terletak di dekat Laut Mati, di negeri Syam. Penduduk kota Sadum sangat buruk akhlaknya. Mereka tidak beriman kepada Allah. Mereka gemar melakukan berbagai jenis kejahatan. Satu perbuatan yang paling keji adalah kaum laki-laki menyukai laki-laki, bukan menyukai wanita.
Maka, Allah mengutus Nabi Luth kepada penduduk kota Sadum. Nabi Luth mengajak mereka beriman kepada Allah. Nabi Luth memperingatkan mereka agar segera bertobat dan menghentikan perbuatan keji mereka.
“Sesungguhnya aku adalah seorang Rasul yang diutus kepada kalian. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku,” kata Nabi Luth kepada kaumnya. “
Nabi Luth bersabar dalam mendakwahi kaumnya. Beliau mengajak kaumnya dengan bijaksana dan sopan. Tetapi penduduk Sadum tidak peduli dengan seruan Nabi Luth. Mereka tetap melakukan kejahatan dan kemaksiatan. Mereka mencemooh Nabi Luth.
Mereka justru menantang Nabi Luth untuk mendatangkan azab Allah. Mereka berseru, “Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.”
Kaum Sadum juga mengancam akan mengusir Nabi Luth. Mereka menganggap Nabi Luth adalah orang asing. Maka Nabi Luth dan keluarganya yang beriman pun menjauhi mereka.
Namun, isteri Nabi Luth memilih menjadi kafir. Dia bersama kaum Sadum ikut mengucilkan dan mengolok-oloknya Nabi Luth.
Kemudian Allah mengutus tiga malaikat mendatangi Nabi Luth. Tiga malaikat ini datang dalam bentuk pemuda yang tampan. Saat Nabi Luth melihat mereka, maka beliau sangat khawatir. Nabi Luth segera menyuruh ketiganya masuk dan bersembunyi agar tidak diketahui orang-orang Sadum. Namun, isteri nabi Luth mengetahuinya. Dia lalu memberitahu kaumnya tentang kedatangan tamu-tamunya.
Penduduk Sadum pun mendatangi rumah Nabi Luth. Mereka meminta agar ketiga tamu Nabi Luth keluar dari dalam rumah. Mereka memaksa masuk ke dalam rumah Nabi Luth.
Nabi Luth menghalangi mereka masuk ke rumahnya. Nabi Luth tidak mau tamu-tamunya terganggu. Beliau berkata kepada mereka, “Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kalian membuatku malu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan janganlah kamu membuat aku terhina.”
Kaum Sadum tetap memaksa. Nabi Luth hampir tak kuasa menahan mereka. Saat itulah, para tamu Nabi Luth memberitahukan siapa sebenarnya mereka, bahwa mereka adalah malaikat utusan Allah yang datang untuk menimpakan azab kepada kaum Sadum.
Tiba-tiba, orang-orang Sadum mendobrak pintu rumah Nabi Luth. Salah seorang malaikat membuat mata orang-orang Sodom buta. Para malaikat meminta Nabi Luth untuk pergi bersama keluarganya pada malam hari. Allah akan mengazab kaum Sadum di pagi hari.
Segeralah Nabi Luth dan keluarganya pergi meninggalkan negeri Sadum. Hingga tiba waktu pagi, Allah mengirimkan azab ke negeri kaum Sadum. Tanah bergoncang keras. Tanah dan seluruh isi kota terangkat ke atas, lalu dibalikkan. Bagian atas menjadi bawah dan bagian bawah menjadi atas. Hujan batu yang panas menimpa kaum Sadum secara bertubi-tubi.
Allah Ta’ala berfirman, “Maka ketika datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi,–Yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tidaklah jauh dari orang-orang yang zalim.”
Kaum Sadum menerima azab yang amat pedih. Itulah hukuman bagi kaum yang durhaka kepada Allah. Sedangkan Allah menyelamatkan Nabi Luth dan keluarganya yang beriman.