Orang Fasik Yang Suka Berbuat Dosa

orang fasik

Dahulu, ada seorang ulama yang sangat shalih bernama Fudhail bin Iyadh. Beliau sangat rajin menangis setiap kali shalat. Fudhail bin Iyadh juga sangat bijaksana. Nasehatnasehat beliau sangat menyentuh hati, padahal dahulunya beliau adalah orang fasik.

Sebelum bertaubat, Fudhail bin Iyadh pernah menjadi perampok. Dia mencegat orangorang di jalan sepi, lalu merebut harta mereka dengan paksa. Suatu ketika, saat hendak merampok, Fudhail mendengar orang melantunkan sebuah ayat yang sangat menyentuh perasaan. Dia pun seketika menangis, lalu berjanji untuk menjadi orang baik.

Orang fasik adalah orang yang suka berbuat kejahatan, contohnya: perampok, pemabuk, dan pembunuh. Seorang muslim yang suka berbuat jahat juga bisa disebut fasik. Tingkat kefasikan seseorang tergantung kejahatan yang dilakukan.

Allah tidak menyukai orang-orang fasik. Orang fasik gemar melanggar larangan Allah dan tidak taat dengan perintah Allah. Orang yang tidak pernah shalat, puasa, dan membayar zakat padahal dia tahu hukumnya
wajib juga bisa disebut fasik. Demikian juga orang yang gemar memakan makanan haram dan berbuat dosa.

Allah akan menghukum orangorang fasik sesuai dosa-dosanya. Allah berfirman,

“Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS. Al Maidah 108)

Allah tidak akan memberi petunjuk (hidayah) kepada orang yang gemar melakukan dosa. Seseorang yang tidak mendapat hidayah dari Allah hidupnya akan tersesat. Di dunia, dia akan menjadi orang yang hina karena banyak dosa dan tidak disukai orang lain. Di akhirat, Allah akan menghukumnya atas semua dosa-dosanya.

Jalan terbaik adalah bertaubat dari dosa dan kefasikan. Seperti Fudhail bin Iyadh, beliau bertaubat dari merampok dan berbuat jahat. Dahulu beliau dibenci oleh Allah dan ditakuti manusia. Setelah bertaubat, beliau dicintai oleh orang-orang mukmin dan dijadikan panutan.