Paman Nabi Yang Jahat Dan Yang Baik

Paman Nabi Yang Jahat Dan Yang Baik

Rasulullah memiliki beberapa orang paman. Ada paman yang baik, yang membantu beliau saat kesulitan. Ada pula yang jahat dan memusuhi beliau.

Paman yang paling memusuhi nabi adalah Abu Lahab. Dia selalu menghalangi Rasulullah saat mendakwahkan Islam.

Ketika itu musim haji tiba, Rasulullah memanfaatkan waktu itu untuk berdakwah mengajak orangorang untuk memeluk Islam. “Wahai manusia katakanlah bahwa tiada tuhan yang berhak di sembah kecuali Allah agar kalian selamat,” seru beliau berulang-ulang.

Orang-orang pun datang berkerumun di sekitar beliau. Mereka ingin mendengarkan apa yang akan disampaikan Rasulullah selanjutnya.

Saat itulah datang Abu Lahab. Dia melempari Rasulullah dengan batu hingga terluka kakinya. Abu Lahab berseru, “Janganlah kalian ikuti orang ini, dia adalah pembohong.”

Ada lagi paman yang menjadi musuh Rasulullah. Namanya Abu Jahal. Ketika Rasulullah sedang sedang shalat di Baitullah, Abu Jahal datang dan melempari beliau dengan kotoran unta.

Pernah suatu ketika, Abu Jahal mencari Rasulullah. “Apakah kalian melihat Muhammad bersujud kepada tuhannya?”tanyanya kepada orangorang Quraisy.

Mereka menjawab, “Ya.”

Abu Jahal berseru, “Demi Latta dan Uzza sungguh aku akan injak lehernya atau akan aku pukulkan mukanya ke tanah.”

Dia segera menuju Kakbah. Dilihatnya Rasulullah sedang bersujud. Abu Jahal menghampiri hendak mencelakai beliau. Namun tiba-tiba dia berbalik arah dan ketakutan, seperti melihat sesuatu yang menakutkan. Dia mengurungkan niatnya untuk mencelakai Rasulullah.

Paman Nabi, Abu Thalib

Abu Thalib adalah paman yang baik dan selalu melindungi Nabi. Abu Thalib yang mengasuh nabi sejak masih kecil. Dia sangat menyayangi nabi seperti anaknya sendiri. Sayangnya, Abu Thalib tidak beriman hingga akhir hayatnya.

Paman lain yang baik adalah Hamzah. Hamzah sangat dihormati oleh kaumnya. Dia juga mahir berburu, mahir bermain pedang, dan kuat dalam bergulat.

Di saat kaumnya membenci Rasulullah, Hamzah justru melindungi keponakannya. Suatu ketika, sepulang berburu di hutan, dia mendengar kabar bahwa Rasulullah telah disiksa oleh Abu Jahal. Segera dia mencari Abu Jahal. Ditemukannya Abu Jahal sedang bersama orang-orang Quraisy.

Tanpa ragu, Hamzah mendekatinya dan memukulkan busur panahnya ke kepala Abu Jahal hingga berdarah, seraya berseru, “Mengapa kau memaki dan menyiksa Muhammad padahal aku telah beriman kepadanya. Maka lakukanlah hal itu kepadaku!”

Seketika semua orang terkejut mendengarnya. Sedangkan Hamzah sendiri kebingungan, karena ia telah mengatakan hal yang tidak ia sengaja. Namun pada akhirnya Hamzah beriman kepada Allah.

Itulah beberapa kisah paman Nabi Muhammad. Ada yang jahat kepada beliau, namun itu tidak membuat beliau lantas menyerah dalam dakwah. Di samping itu beliau juga bersyukur kepada Allah diberikan paman-paman yang baik hati pendukung dakwah beliau.