Patah Tulang

patah tulang

Tanaman hias ini sangat unik. Bentuknya terlihat seperti susunan ranting tanpa daun. Namanya juga unik, yaitu Patah Tulang.

Tanaman patah tulang, ada juga ya
ng menamakannya ‘Kayu urip’ atau ‘tikel balung’ (bahasa jawa), tergolong tanaman perdu. Tingginya mencapai 2 – 6 meter. Pangkal berkayu dan bercabang banyak. Ranting berwarna hijau, berbentuk bulat silindris menyerupai pensil, dan beralur halus. Setiap tangkai bercabang dua yang letaknya melintang sehingga terlihat seperti percabangan yang patah-patah.

Daun berukuran kecil-kecil dan hanya tumbuh pada ujung ranting yang masih muda. Bunga tumbuh dari ujung ranting, tersusun dalam mangkuk, berwarna kuning kehijauan

. Saat masak, buahnya akan pecah dan melemparkan biji-bijinya.

Bagian batang atau kulit tanaman sering digunakan untuk membantu penyembuhan patah tulang dan penyakit kulit kutil dan kusta. Getahnya dapat digunakan untuk menyembuhkan sakit gigi. Akar dan rantingnya dapat dimanfaatkan sebagai obat sakit lambung, rematik, sakit tulang, dan wasir.

Tanaman patah tulang sering dijadikan tanaman hias karena bentuknya yang unik. Selain sebagai tanaman hias, tanaman ini juga dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal.

Bagian batang atau kulit tanaman sering digunakan untuk membantu penyembuhan patah tulang dan penyakit kulit kutil dan kusta. Getahnya dapat digunakan untuk menyembuhkan sakit gigi. Akar dan rantingnya dapat dimanfaatkan sebagai obat sakit lambung, rematik, sakit tulang, dan wasir.

Batangnya mengandung getah berwarna putih susu. Getah ini bersifat racun. Jika terkena mata dapat menyebabkan iritasi dan kebutaan sesaat. Jika tertelan dapat menyebabkan rasa panas dan terbakar serta merangsang muntah.