Pemimpin Yang Menerima Kebenaran Islam

akidahNamanya Usaid bin Khudair. Beliau adalah pemimpin suku Aus. Suku Aus adalah suku terbesar di Madinah, sama seperti suku Khazraj. Usaid bin Khudair digelari al Kamil (Lelaki Sempurna) oleh kaumnya. Gelar itu diberikan karena Usaid bin Khudair menguasai berbagai macam keterampilan perang seperti memanah dan berkuda, juga memiliki wawasan yang luas. Suatu ketika, Rasulullah mengutus Mushab bin Umair ke Madinah. Mushab ditugasi untuk berdakwah di Madinah menyebarkan Islam. Mushab tinggal di rumah As’ad bin Zurarah. Usaid bin Khudari sedang duduk-duduk bersama sahabatnya Sa’ad bin Mu’adz di bawah pohon. Datanglah seorang lelaki mengabarkan ada seorang tamu dari Makkah bernama Mushab bin Umair. Ia datang menyebarkan agama Islam dan mengbarkan bahwa di makkah ada seorang Nabi yang telah diutus. Mendengar hal tersebut, Sa’ad bin Muadz berkata kepada Usaid bin Khudhair, “Pergilah kamu, temui dia. Jangan sampai dia memperdaya dan memecah belah suku kita. Peringatkan mereka dan cegah jangan sampai dia datang ke rumah kita.” Usaid pun berangkat menemui Mushab bin Umair. Ia melangkah cepat sambil membawa tombaknya. Sesampainya di rumah as’ad, ia menggedor pintu dengan keras. As’ad membukakan pintu dan mengatakan kepada Mushab bahwa yang datang adalah pemimpin suku Aus. Usaid berkata dengan nada keras, “Apa tujuanmu datang ke negeri kami?!membodohi orang-orang lemah dan mencerai beraikan mereka. Ebaiknya kau segera pergi dari negeri kami kalau kau masih sayang nyawamu!” Mendengar hal itu, Mushab menjawab dengan tenang, “ Apakah anda tidak mau duduk sejenak dan mendengarkan?” Sebagai seorang pemimpin yang terbiasa bersikap terhormat, Usaid merasa segan diperlakukan dengan baik. Ia pun duduk di hadapan Mushab. Mushab bin Umair pun membacakan ayat: Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. Diturunkan dari Rabbil ‘alamiin. (al waqiah: 77-80). Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. (asy Syu’ara: 192-195). Setelah mendengar ayat-ayat itu dibacakan, Usaid bin Khudair termenung. Ia adalah seorang pemimpin kaum yang cerdas dan memiliki banyak pengetahuan. Ayat-ayat itu luar biasa indah. Ia pun berkata, “ alangkah Indahnya kata-kata itu, bagaimana caranya mengikuti ajaran agama itu?” Mushab pun menyuruh Usaid mandi dan mengucapkan syahadat. Etelah itu Ia kembali menemui Sa’ad bin Muadz. Ia mengajak Sa’ad untuk menemui Mushab bin Umair. Sa’ad pun tertarik dan akhirnya masuk Islam. Usaid kembali meneui kaumnya dan mengumpulkan mereka. Ia berkata kepada kaumnya, “ Wahai kaumku, bagaimana pendapat kalian tentangku?” mereka menjawab, “Engkau adalah pemimpin tertinggi kami yang terhormat.” Usaid berkata, “ Mulai saat ini, tak eorang pun boleh berbicara padaku sampai dia beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” setelah itu, seluruh kaumnya menyatakan masuk Islam. Begitulah, setelah menerima kebenaran Islam, usaid bin Khudair mengajak kaumnya untuk memeluk agama yang benar. Lalu, Usaid dan suku Aus menjadi penolong Rasulullah SAW saat Rasulullah hijrah ke Madinah.