Penyu Tempayan, Penyu besar yang kian langka

Penyu Tempayan, Penyu besar yang kian langka

 

Ratusan jenis penyu hidup di bumi ini. Ada yang berukuran besar, ada pula yang kecil. Nah, salah satu penyu berukuran besar yang hidup di perairan Indonesia adalah Penyu Tempayan.

Ciri khas penyu adalah memiliki perisai pada punggungnya. Perisai ini disebut karapas. Karapas berfungsi sebagai pelindung tubuh. Bentuk dan corak karapas berbeda-beda pada tiap jenis penyu.

1-2Karapas penyu tempayan berwarna coklat kemerahan atau kuning-oranye. Ada empat pasang sisik coastal dan lima buah sisik vertebral pada karapasnya. Bagian bawah (plastron) berwarna kuning pucat. Diameter karapasnya mencapai 90 centimeter. Berat tubuh penyu tempayan rata-rata 135 kilogram. Cukup besar, kan?

Ciri khas Penyu Tempayan lainnya adalah ukuran kepala yang besar, paruh yang bertumpuk (overlap), dan rahang yang kuat. Kepala, sewarna dengan karapas. Sisi leher penyu bagian atas berwarna coklat, sedangkan bagian bawahnya berwarna kuning. Tukik (anak penyu) berwarna coklat.

Penyu Tempayan tergolong karnivora. Penyu dewasa memakan kepiting, kerang, cumi-cumi, gurita, dan ikan-ikan kecil. Sedangkan anakan penyu atau tukik memakan ubur-ubur, rumput laut, keong, dan udang.wwf_nate_22_tartaruche_caretta_caretta

Penyu tempayan tersebar hampir di seluruh dunia. Dari perairan di Afrika hingga Amerika Latin, dari wilayah sub tropis di utara, hingga daerah tropis katulistiwa, termasuk Indonesia. dalam bahasa Inggris, penyu tempayan disebut Loggerhead. Sedangkan nama ilmiahnya adalah Caretta caretta.

Penyu tempayan tergolong hewan yang dilindungi. Populasinya berkurang karena diburu untuk diambil daging dan karapasnya. Pencemaran laut juga ikut mengurangi populasi penyu ini.