Perang Badar, Kemenangan dari Allah 

Perang Badar, Kemenangan dari Allah 

Rasulullah dan kaum muslimin sudah berhijrah ke Madinah. Kaum muslimin hidup damai di bawah pimpinan Rasulullah, Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Kini, kaum muslimin dapat menyusun kekuatan untuk menjaga dan membela agama Islam.

Suatu ketika, Rasulullah mendengar ada rombongan dagang Quraisy hendak melintas di dekat Madinah. Rombongan ini dipimpin oleh Abu Sufyan dengan 40 orang pengawalnya. Mereka datang dari Syam membawa barang-barang dagangan untuk dikirim ke Makkah.

Rasulllah shallallahu ‘alaihi wa sallam segera mengajak kaum Muslimin untuk mencegatnya. Beliau bersabda, “Ini ada kelompok dagang Quraisy yang membawa harta-harta kaum Quraisy. Cegatlah mereka ! Semoga Allah Azza wa Jalla memberikannya kepada kalian.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengajak seluruh sahabatnya. Beliau hanya menyuruh para sahabat yang memiliki tunggangan. Hanya 319 orang yang terdiri kaum Muhajirin dan Anshar. Mereka juga membawa dua ekor kuda dan 70 unta yang ditunggangi secara bergantian.

Abu Sufyan mendapat laporan bahwa kaum muslimin hendak mencegat rombongannya. Dia pun segera mengirim utusan ke Mekah untuk meminta bantuan. Orang-orang Makkah menyambut senang permintaan bantuan dari Abu Sufyan. Akhirnya, mereka mendapat kesempatan untuk memerangi kaum muslimin. Maka, berangkatlah seribuan orang pasukan Quraisy menuju Madinah di bawah pimpinan Abu Jahal.

Kendati sudah meminta bantuan, Abu Sufyan tetap waspada. Dia berusaha menghindar dari pasukan kakum muslimin. Setelah berhasil menghindar, dia mengabarkan kepada Abu Jahal, pemimpin pasukan dari Makkah, untuk mengurungkan niatnya menyerang kaum muslimin.

Abu Jahl tidak memperdulikan anjuran Abu Sufyan. Dia berkata, “Demi Allah Azza wa Jalla , kita tidak akan kembali ke Makkah sebelum sampai ke Badar. Kita akan tinggal di sana selama tiga hari untuk bersenang-senang. Dengan ini, orang-orang Arab tetap segan kepada kita selama-lamanya. Ayo, majulah !”

Pasukan Quraisy pun melanjutkan perjalanan menuju Badar.

Perang Badar Terjadi

Kabar tentang pasukan Quraisy ini terdengar juga oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagian sahabat merasa khawatir karena tidak menyangka akan terjadi pertempuran. Mereka merasa belum siap berperang.

Melihat keadaan para sahabatnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengajak para mereka bermusyawarah. Kaum Muhajirin menyatakan siap untuk bertempur. Kaum Anshar juga menyatakan kesetiannya kepada Rasulullah, dan siap berperang.

Rasulullah pun merasa gembira mendengar kesiapan pasukannya. Beliau bersabda, “Berangkatlah kalian dan berbahagialah karena sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah menjanjikanku salah satu dari kedua rombongan tersebut. Demi Allah Azza wa Jalla , seakan aku melihat kematian mereka sekarang.”

Maka terjadilah pertempuran antara pasukan kaum muslimin dengan pasukan musyrikin Quraisy. Pertempuran yang tidak berimbang. Tiga ratus orang-orang beriman harus melawan seribu orang musyrik. Namun, Allah menurunkan pertolongan-Nya kepada Rasulullah.

Allah ta’ala mengutus seribu malaikat yang datang berturut-turut. Pasukan malaikat ini dipimpin oleh Jibril. Inilah untuk pertama kalinya, malaikat dibolehkan ikut berperang melawan musuh-musuh Allah.

Allah juga memberikan rasa kantuk kepada para mujahidin. Para mujahidin dapat beristirahat sejenak dan memulihkan tenaganya. Sedangkan kaum musyrikin malah bersenang-senang di waktu malam.

Hasilnya, kaum muslimin berhasil mengalahkan kaum musyrikin Makkah. Kaum musyrikin dipaksa mundur ke Makkah dengan kerugian yang amat besar. Harta mereka dirampas. Mereka pun pulang dengan rasa malu. Seribu orang tidak mampu melawan tiga ratus orang. Inilah yang membuat mereka sangat malu.

Kemenangan dalam perang Badar adalah rahmat dan pertolongan Allah kepada Rasulullah dan kaum muslimin. Sebab, sejak saat itu, kaum muslimin menjadi lebih kuat.

“Dan sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan badr, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang lemah. Karena itu bertaqwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.”(QS.Ali-‘Imran:123)