PERANG BADAR, Kemenangan di Bulan Ramadhan

 

Bulan Ramadhan adalah bulan kemenangan kaum muslimin. Pada bulan Ramadhan tahun ke-2 Hijriyah, Rasulullah dan kaum muslimin Madinah mengalahkan pasukan Quraisy dalam Perang Badar.

Perang Badar

Tanggal 12 Ramadhan, Rasulullah memimpin 300 orang pasukan kaum muslimin berangkat menuju Badar. Rasulullah ingin mencegat kafilah dagang Quraisy yang baru pulang dari Syam. Beliau tidak mewajibkan kaum muslimin untuk ikut, karena ini bukan peperangan besar.

Kabar pencegatan ini diketahui Abu Sufyan, pimpinan kafilah dagang Quraisy. Abu Sufyan lalu meminta bantuan ke Makkah. Orang-orang Makkah pun siap membantu. Jumlahnya mencapai 1.000 orang pasukan.

Rasulullah dan pasukannya hanya memiliki sedikit bekal dan persenjataan. Namun, mereka memiliki keyakinan dan rasa tawakal yang besar kepada Allah. Rasulullah senantiasa shalat malam di perjalanan. Beliau juga berdoa kepada Allah memohon pertolongan-Nya.

Sedangkan pasukan Quraisy berjumlah 1000 orang. Persenjatan mereka lengkap. Bekal mereka juga banyak. Mereka membawa 100 ekor kuda, 600 baju besi, dan unta yang sangat banyak. Panglima pasukannya adalah Abu Jahal bin Hisyam, paman Rasulullah. Mereka pun yakin bisa mengalahkan Rasulullah dan pasukannya.

Akhirnya pada tanggal 17 Ramadhan, terjadilah peperangan besar. Pasukan Islam melawan pasukan musyrikin Quraisy. Kaum muslimin yang berjumlah sedikit melawan orang-orang musyrik yang berjumlah banyak dengan persenjataan lengkap.

Baca juga : Kisah Wafatnya Rasulullah

Rasulullah mengangkat tangannya memohon kepada Allah, “Ya Allah, jika pasukan ini hancur pada hari ini, tentu Engkau tidak akan disembah lagi, ya Allah. Kecuali jika memang Engkau menghendaki untuk tidak disembah selamanya setelah ini.

”Allah mengabulkan permohonan Rasulullah. Allah menurunkan bala tentara-Nya untuk membantu kaum muslimin. Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku (Allah) akan mendatangkan bala bantuan kepada kalian dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” [QS. Al-Anfal: 9]

Rasulullah dan pasukannya berusaha mempertahankan diri. Ketika serangan orang-orang musyrik mulai melemah, Rasulullah segera memerintahkan untuk melakukan serangan balik. Maka dengan izin Allah, pasukan musuh menjadi kocar-kacir dan melarikan diri dari peperangan. Peperangan berakhir dengan kemenangan kaum muslimin. Allahu Akbar!

Perang Badar menjadikan umat Islam disegani musuh-musuhnya. Orang-orang Quraisy tak lagi meremehkan kaum muslimin. Kemenangan dalam perang Badar bukan karena kuatnya pasukan, melainkan berasal dari pertolongan Allah. Apalagi, kemenangan ini diraih pada bulan Ramadhan, saat kaum muslimin sedang menjalankan ibadah puasa.

Rasulullah juga mengajarkan bahwa doa adalah termasuk senjata bagi orang-orang mukmin. Dan, Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya yang mau menolong agama-Nya dengan cara apapun.