Pertolongan dari Allah

Pertolongan dari AllahSuatu hari, sepulang dari berperang, Nabi beristirahat bersama pasukannya. Nabi memilih beristirahat di sebuah pohon rindang. Pedang beliau di gantungkan di pohon tersebut. Sementara itu, para shahabat beristirahat di sekitar.

Tiba-tiba ada seorang musuh yang menyelinap daim-diam dan berhasil mendekati Nabi Muhammad. Ia mengambil pedang milik Nabi di pohon dan menodongkan pedang itu kepada Nabi

Ia berkata, “Wahai Muhammad, tidakkah engkau takut kepadaku?”

Nabi Muhammad menjawab, “Tidak.”

Musuh itu berkata, “Siapakah yang akan menghalangiku dari membunuhmu?”

Nabi menjawab, “ Allah.”

Mendengar jawaban Nabi Muhammad, tiba-tiba tubuh musuh itu bergetar. Tubuhnya lemas dan pedangnya terjatuh. Nabi Muhammad mengambil pedang tersebut dan balik menodongkannya kepada si musuh. Nabi berkata, “Siapakah yang akan menghalangiku dari membunuhmu?”

Musuh itu menjawab, “ Tidak ada. Jadilah engkau sebaik-baik pemberi balasan.”

Nabi berkata, “ Kalau begitu, bersaksilah bahwa tiada tuhan selain Allah dan bahwa aku adalah ustusan Allah1”

Ia menjawab, “ Tidak. Tetapi aku berjanji kepadamu untuk tidak memusuhimu, dan tidak akan bergabung dengan orang-orang yang memusuhimu!!”

Nabi pun memaafkan dan membiarkannya pergi.

Baca juga : Pemimpin Yang Menerima Kebenaran Islam

Demikianlah keberanian dan sikap tawakal Nabi Muhammad. Beliau ditodong senjata oleh musuh tapi beliau tidak takut. Beliau yakin Allah akan menolong. Dan benarlah, Allah memberi pertolongan dengan cara membuat musuh takut dan lemas.

Kita juga harus yakin terhadap pertolongan Allah. saat menghadapi bahaya, kita harus memohon dan yakin akan mendapat pertolongan dari Allah. bagaimana caranya agar kit selalu mendapat pertolongan dari Allah? caranya, kita harus selalu dekat dengan Allah. yaitu dengan senantiasa taat beribadah dan mengerjakan amal shalih.  Orang yang dekat dengan Allah dan taat beribadah, doanya akan selalu dikabulkan. Jika dia dalam bahaya, Allah akan menolongnya.

Sebaliknya, orang yang jauh dari Allah, doanya tidak akan didengar. Saat mendapat bahaya, ia tidak akan mendapat perolongan dari Allah.

Pelajaran lain dari kisah di atas adalah, hendaknya kita jadi pemaaf. Seperti Nabi Muhammad yang memaafkan musuh yang telah menodongkan senjata kepadanya. Beliau juga tidak memaksa musuh itu untuk memeluk Islam. Beliau membiarkan ia pergi dan tidak menyakitinya sama sekali.

Kita juga harus jadi pemaaf seperti Nabi. Jika ada kawan yang memusuhi kita, sebaiknya kita tidak membalas permusuhan mereka. Jikia mereka salah dan meminta maaf, kita sebaiknya memberi maaf.()