Pintu-pintu Surga Memanggil Abu Bakar Ash-Shiddiq

pintu-pintu surga

Siapakah sahabat nabi paling mulia? Dialah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Seorang yang selalu membenarkan apapun perkataan Rasulullah. Seorang yang setia mengampingi Rasulullah dalam mendakwahkan Islam.

Dalam hal beramal, Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah teladan bagi sahabat-sahabat nabi yang lain. Beliau paling banyak amalnya, paling besar sedekahnya, paling kuat tekadnya dalam berjihad.

Abu Bakar adalah orang yang paling banyak sedekahnya. Suatu ketika, Rasulullah memerintahkan kaum muslimin untuk bersedekah. Umar bin Khattab menyambutnya dengan sangat bersemangat. Umar membawa setengah dari hartanya dan menyerahkannya kepada Rasulullah.

Rasulullah bertanya, “Wahai Umar, apa yang kau sisakan untuk keluargamu?”

Umar menjawab, “Sebanyak yang aku serahkan kepadamu, ya Rasulullah!”

Lalu datanglah Abu Bakar membawa seluruh hartanya. Rasulullah bertanya, “Wahai Abu Bakar, apa yang kau sisakan untuk keluargamu?”

Abu Bakar menjawab, “Ku tinggalkan bagi mereka, Allah dan Rasul-Nya.”

Abu Bakar Ash-Shiddiq juga sangat tegas dan pemberani. Setelah Rasulullah wafat, kaum muslimin membaiat Abu Bakar sebagai khalifah. Ketika itu, banyak orang yang keluar dari Islam dan menolak membayar zakat. Abu Bakar pun memerangi mereka.

Melihat tindakan Abu Bakar, maka Umar bin Khattab bertanya, “Wahai Abu Bakar, mengapa engkau memerangi mereka. Padahal Rasulullah bersabda, ‘aku diperintah untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan laa ilaaha illallah. Barangsiapa yang mengucapkannya telah haram darah dan jiwanya, kecuali dengan hak (jalan yang benar). Adapun hisabnya diserahkan kepada Allah?’

Abu Bakar berkata, “Demi Allah, akan kuperangi orang yang membedakan antara shalat dengan zakat. Karena zakat adalah hak Allah atas harta. Demi Allah, jika ada orang yang enggan membayar zakat di masaku, padahal mereka menunaikannya di masa Rasulullah ﷺ, akan kuperangi dia.”

Itulah ketegasan Abu Bakar. Beliau tidak segan memerangi kaum muslimin yang menolak membayar zakat. Beliau tidak ingin ada orang-orang menentang ajaran Rasulullah, setelah Rasulullah meninggal dunia.

Abu Bakar Ash-Shiddiq sangat bersegera dalam berbuat kebaikan. Beliau tidak ingin didahului olah sahabat-sahabat yang lain.

Suatu ketika, Rasulullah mengabarkan tentang pintu-pintu surga kepada para sahabatnya. Bahwa setiap orang akan dipanggil masuk ke surga, melalui pintu-pintu yang sesuai dengan amalan-amalannya. Ada pintu puasa, pintu jihad, pintu shalat, dan lainnya.

Abu Bakar pun berkata, “Wahai Rasulullah, tidaklah sulit bagi seseorang untuk dipanggil dari salah satu pintu. Lalu, adakah orang yang dipanggil dari semua pintu itu?”

Rasulullah menjawab, “Ada. Dan aku berharap engkau termasuk dari mereka wahai Abu Bakar.”

Subhanallah. Abu Bakar didoakan Rasulullah agar dipanggil dari semua pintu surga. Karena itulah, Abu Bakar selalu menjadi orang yang bersegera dalam kebaikan. Menjadi yang paling khusyuk shalatnya, paling banyak puasanya, paling banyak shadaqahnya, dan paling depan dalam berjihad. Sehingga Abu Bakar Ash-Shiddiq pantas untuk dipanggil dari semua pintu-pintu surga.