Rangkaian Ibadah Haji

Rangkaian Ibadah HajiBulan Dzulhijjah telah tiba. Bulan terakhir dalam kalender Hijriyah. Bulan ini, umat Islam merayakan hari raya Idul Adha, hari penyembelihan hewan kurban. Dan di bulan Dzulhijjah pula, sebagian kaum muslimin melaksanakan ibadah haji di tanah suci.

Haji adalah rangkaian beberapa ibadah. Yuk, kita cari tahu apa saja yang dilakukan saat beribadah haji!

Ihram

Ibadah haji dimulai tanggal 8 Dzulhijjah (hari Tarwiah) yaitu diawali dengan memakai pakaian Ihram dan berniat haji.

 

Mabit di Mina

Setelah memakai pakaiah ihram, jamaah haji berangkat ke Mina untuk bermalam di sana sampai waktu subuh.

Wukuf di Arafah

Tanggal 9 Dzulhijjah setelah terbit matahari, jamaah berangkat dari Mina menuju ke Arafah untuk melaksanakan wukuf. Wukuf adalah puncaknya ibadah haji. Setiap jamaah harus hadir di padang Arafah. Wukuf dilaksanakan sesudah shalat Dzuhur sampai dengan terbenam matahari.

Mabit di Muzdalifah

Setelah matahari terbenam, jamaah meninggalkan Arafah menuju Muzdalifah dan menginap di sana. Jamaah mengumpulkan batu-batu kecil sebanyak 7 biji untuk melontar jumrah Aqabah.

Thawaf Ifadah

Tanggal 10 Dzulhijjah, jamaah berangkat menuju Makkah untuk thawaf ifadah. Thawaf yaitu berjalan mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali putaran. Lalu dilanjutkan Sa’i, berjalan antara Shafa dan Marwa sebanyak 7 kali.

Thawaf Ifadah bisa juga dilakukan pada hari-hari Tasyrik bila berhalangan pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Baca juga : Idul Fitri Sesuai Petunjuk Nabi

Melontar Jumrah Aqabah

Setelah thawaf Ifadah, jamaah berangkat lagi menuju Mina untuk melempar Jumrah Aqabah pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Tahalul

Mencukur rambut sebagai tanda selesainya ihram. Jamaah bisa melepas pakaian ihram dan berganti pakaian biasa.

Melempar Tiga Jumrah

Pada hari tasyrik, jamaah kembali ke Mina untuk melempar tiga jamarat, yaitu Jumratul Ula, Jumratul Wustha, dan Jumratul Aqabah.

Thawaf Wada’

Thawaf Wada’ adalah ibadah terakhir dari rangkaian ibadah haji. Thawaf Wada’ dilakukan ketika jamaah hendak meninggalkan Makkah untuk pulang ke tanah air.

 

Nah, untuk lebih jelasnya, ajaklah ustadz atau ustadzahmu untuk mempraktekkan rangkaian manasik haji di sekolah kamu.