Saad bin Abi Waqash, Berjuang dengan Panah dan Doa

 

Ada sepuluh sahabat nabi yang dijamin masuk jannah. Salah satunya adalah Saad bin Abi Waqash. Beliau adalah sahabat nabi yang istimewa. Beliau berjuang membela Islam dengan dua alat, yaitu panah dan doa.

Saad bin Abi Waqash

Saad bin Abi Waqash termasuk golongan orang yang pertama masuk Islam. Beliau masuk Islam setelah mendapat nasihat dari Abu Bakar Ash-Shiddiq. Sebelum beliau, sudah ada beberapa orang yang beriman, yaitu Abu Bakar, Ali bin Abi Thalih, dan Zaid bin Haritsah. Saad masuk Islam bersama para sahabat lain, seperti Utsman bin Affan, Zubair bin al-Awwam, Abdurrahman bin Auf, dan Thalhah bin Ubaidillah.

Saad bin Abi Waqash adalah pemuda kelahiran Makkah. Beliau tumbuh dan dididik di lingkungan Quraisy. Beliau bergaul, bermain, dan belajar bersama para pemuda Quraisy dan pemimpin-pemimpin Arab. Salah satu kegemaran Saad adalah memanah. Saad juga sangat pandai membuat busur panah sendiri.

Saad memiliki seorang ibu yang sangat dicintainya. Namun, sang ibu tidak suka melihat Saad mengikuti ajaran nabi Muhammad. Saad diminta ibunya untuk meninggalkan Islam dan kembali mengikuti agama orang-orang musyrik Quraisy. Tentu saja Saad menolaknya. Iman di hati Saad telah tertancap dengan kokoh.

Ibunda Saad sangat kecewa. Ia pun mogok makan untuk meluluhkan hati anaknya. Selama beberapa hari, ibunda Saad tidak makan. Hingga kondisinya sangat lemah. Dalam kelemahannya, sang ibu meminta Saad meninggalkan Islam.

Saad tetap tidak menuruti keinginan ibunya. Keimanannya kepada Allah dan Rasul-Nya berada di atas segalanya. Saad pun berkata, “Ibu… demi Allah, seandainya ibu mempunyai 100 nyawa. Lalu satu per satu nyawa itu binasa. Aku tidak akan meninggalkan agama ini sedikit pun. Makanlah wahai ibu.. jika ibu menginginkannya. Jika tidak, itu juga pilihan ibu”.

Akhirnya, sang ibu pun menyerah. Dia tak lagi memaksa Saad untuk meninggalkan Islam. Allah pun menurunkah wahyu-Nya,

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Luqman: 15).

Do’a Rasulullah Untuk Saad bin Abi Waqash

Setiap sahabat nabi memiliki keistimewaannya masing-masing. Demikian pula dengan Saad bin Abi Waqash. Beliau memiliki keistimewaan berupa keahlian memanah dan doa yang tidak tertolak.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah berdoa, memohon kepada Allah agar Saad bin Abi Waqash menjadi orang yang jitu dalam memanah dan dikabulkan doa-doanya.

“Ya Allah, tepatkan lemparan panahnya dan kabulkanlah doanya.” (HR. Al-Hakim)

Doa Rasulullah inilah yang menjadikan Saad seorang prajurit pemanah yang hebat dan ahli ibadah yang terkabul doanya. Itulah dua senjata ampuh yang dimiliki Saad bin Abi Waqash.  Saad adalah orang pertama dalam Islam yang melemparkan anak panah di jalan Allah.

Berbagai pertempuran diikuti Saad bin Abi Waqash. Berperang bersama Rasulullah, maupun bersama para khalifah penerus Rasulullah.

Pada masa khalifah Umar bin Khattab, Saad bin Abi Waqash memimpin pasukan Islam dalam perang Qadisiyah. Beliau memimpin 3.000 pasukan kaum muslimin melawan 100.000 lebih pasukan Persia bersenjata lengkap. Berkat rahmat Allah, Saad membawa pasukan Islam meraih kemenangan.