Sang Panglima yang Shalih

Sang Panglima yang Shalih

“Sesungguhnya Amr bin al-Ash adalah di antara orang-orang yang baik dari kalangan Quraisy.” (HR. Tirmidzi)

Namanya Amru bin al Ash. Beliau adalah sahabat nabi yang mulia. Rasulullah SAW sangat mencintai Amru bin al Ash. Amru bin alAsh adalah orang yang cerdik dan pandai memimpin. Beliau juga pandai berdiplomasi dan berunding.

Rasulullah menyebut Amru bin al Ash adalah orang yang shalih. Sifat kepemimpinan Amru sudah tampak sejak saat pertama kali bertemu. Rasulullah pun tak ragu mengutus Amru menjadi pemimpin salah satu peperangan.

Setelah Rasulullah wafat, Amru bin al Ash tetap menajdi panglima membantu para khalifah. Pada mas kekhilafahan Umar bin al Khattab, Amru diutus oleh Umar untuk menaklukkan Palestina.  Amru dan pasukannya berhasil menaklukkan Palestina. Setelah itu Umar mengutusnya untuk menaklukkan Mesir.

Sang Panglima Penakluk Mesir

Pada saat itu, Mesir dikuasai oleh Kerajaan Romawi. Kerajan Romawi adalah kerajan Kristen yang sangat besar. Romawi menguasai banyak negeri, salah satunya Mesir. Tugas Amru bin alAsh adlaah membebaskan Mesir dari kekuasaan Romawi.

Hanya berbekal 4000 pasukan, Panglima Amru bin al Ash berangkat ke Mesir. Pada saat itu, Mesir dijaga oleh ribuan pasukan Romawi. Panglima Amru bin al Ash tak gentar. Dengan kekuatan iman dan tawakal, beliau berangkat menuju Mesir.

Umar bin Khattab khawatir mengetahui kondisi pasukan Amru bin al Ash. Pasukannya terlalu sedikit untuk menghadpaio pasukan Romawi. Umar bin Khattab pun mengutus seorang pembawa pesan. Dalam pesan itu tertulis, “Apabila suratku sampai kepadamu sebelum engkau memasuki Mesir, maka kembalilah! Tetapi jika engkau sudah memasukinya, lanjutkanlah dengan keberkahan dari Allah.”

Akhirnya surat tersebut sampai ke tangan Amr bin AL Ash. Saat itu, Beliau dan pasukan sudah memasuki wilayah Arisy, pinggiran Mesir. Amr bertanya kepada pasukannya, “Apakah kita sudah memasuki Mesir atau masih berada di wilayah Palestina?” Pasukannya menjawab, “Sekarang kita sudah di Mesir.” Lalu Amr mengatakan, “Jika demikian kita lanjutkan perjalanan sebagaimana yang diperintahkan amirul mukminin.”

Dengan sangat cerdik, Amr bin Al Ash menaklukan satu kota demi satu kota. Dimulai dari Kota Farma, kemudian Belbis, dan Ummu Danain. Setelah itu sampailah Amr di kota besar Iskandariyah. Di kota ini terdapat 50.000 orang pasukan Romawi.

Terbebasnya Mesir

Pasukan Amru sudah kelelahan. Namun mereka tetap gigih berjuang. Di tengah peperangan, tersiar kabar bahwa Pimpinan Romawi meninggal dunia dan digantikan adiknya. Sang Adik yang tidak mengetahui kondisi Mesir menyuruh pasukannya untuk menjalin perjanjian damai dengan pasukan islam. Pasukan Romawi akhirnya meninggalkan Mesir.

Mesir pun dikuasai oleh pasukan islam. Rakyat Mesir sangat senang karena telah terbabas dari kekuasaan Roamwi yang zhalim. Pasukan Islam terkenal adil dalam memimpin rakyatnya. Akhirnya, Amru menjadi Gubernur Mesir dan menata Mesir menjadi kota yang maju.

Begitulah keyakinan dan iman seroang muslim, meskipun dengan sedikit pasukan, mereka tetap yakin Allah akan memberi pertolongan. Tentu saja setelah melakukan persiapan yang baik sebelum berperang. Dan ternyata, Allah memenangkan pasukan islam yang hanya 4000 melawan 50.000.