Semangat Pagi

semangat pagi

Hai, … Moga kamu sehat. Selalu ceria, bergembira. Dan semangat!

Adakah kamu biasa bangun pagi? Alhamdulillah. Atau selalu kesiangan? Astaghfirullah. Bangun kesiangan, shalat Shubuh pasti terlambat, di rumah pula. Kalau kamu perempuan, gak ada masalah shalat di rumah. Bagi kamu yang laki tentu tidak baik. Yuk, semangat pagi. Semangat pagi…

Sambut pagi. Bangun sebelum kumandang adzan Shubuh. Selalu siap dibangunkan, jika belum bisa sendiri. Sambil terus berlatih untuk bisa mandiri. Awali tidurmu dengan doa. Kuatkan niat untuk bangun esok hari.

Duduk sejenak setelah terjaga untuk memulihkan kesadaran. Jangan lupa berdoa ya, doa bangun tidur. Kemudian muliakan ibumu. Berikan senyum terindah untuknya, berterimakasihlah. Lalu ke kamar mandi, dan berwudhu.

Mari selalu menghadirkan kebaikan. Setiap pagi, setiap hari. Bersama ayahmu, ibumu, juga adik dan kakakmu. Semangat hidupmu harus sudah dimulai sejak pagi. Bersemangat mempersembahkan yang terbaik untuk Allah dan rasul-Nya. Untuk ayah dan ibumu tercinta. Yuk, perbanyak shalat. Yuk, sertakan doa dalam dzikirmu.

Ajak adikmu juga bangun. Agar semua memiliki semangat yang sama.

Semangat untuk selalu berbuat baik. Membiasakan bangun sebelum waktu Shubuh adalah sebuah prestasi. Dini hari itu, harus kamu sibukkan dengan ragam kebaikan; membaca, menulis, menghapal, …

Yuk, tadarus pagi. Duduk melingkar bersama ayah ibumu dan adik kakakmu. Bisa di teras depan atau boleh juga di ruang tengah. Baca Al-Qur`an sendirisendiri, bersama-sama atau bergantian. Pasti Allah akan memberikan rahmatNya.

Usai tadarus, manfaatkan untuk bertanya kepada ayah atau ibumu. Atau sekedar mengucap terima kasih, karena keduanya kamu bisa bangun. Atau saatsaat tepat untuk menambah hapalan. Atau mungkin saling mengingatkan jika ada amalan yang tidak baik dilakukan.

Kini saatnya kamu melakukan rutinitas pagi. Dimulai dari merapikan tempat tidur. Melipat selimut, menata bantal dan guling. Membersihkan kamar, menyapu lantai. Membuka semua jendela, agar udara segar bebas masuk. Dan udara di dalam kamar menjadi fresh, menyegarkan. Aroma wangi pun semerbak menyebar.

Mandi dulu atau sarapan? Silakan, kamu atur. Atau baiknya kamu dahulukan mandi, kemudian sarapan. Jangan lupa, biasakan meletak pakaian kotor di keranjang tersedia. Usai mandi, segera berganti baju yang rapi.

Sarapan pagi bersama. Awali dengan doa. Moga kebarakahan selalu mengiringi setiap suapnya. Di sinilah kamu bisa merasakan indahnya kebersamaan.

Mari bicarakan apa saja. Aktifitas di sekolah. Soal kawanmu yang usil, yang prihatin, yang suka humor, berkelakar. Atau soal gurumu yang rajin, yang ramah, yang mudah dipahami ketika menjelaskan pelajaran, yang selalu peduli kepada anak tidak mampu. Dan lainnya.

Saatnya pergi sekolah. Yuk, pamit kepada ayah dan ibumu. Jabat tangan dan menciumnya. Rangkul dan peluk keduanya. Kecup keningnya. Bisikkan kalimat indah ; “Aku sayang umi, aku berangkat ya …” Dan lambaikan tanganmu, sambil melepas senyum yang indah. Lalu ucapkan salam.

Di saat jam istirahat. Sisihkan waktu untuk shalat Dhuha. Dua atau empat rakaat. Sisipkan doa untuk ibumu dan ayahmu. Juga doa untuk adik dan kakakmu.

Awali tiap dengan kebaikan, amal shalih. Penuh keceriaan, keakraban, kehangatan. Wow, kebersamaan ini akan melekat kuat di mana dan kapan pun, hingga kamu kembali bertemu mereka. Di siang atau sore hari. Bahkan hingga malam saat kita bercengkerama di ruang tengah. Semangat pagi, selalu ada kebersamaan dalam keluarga.

Semangat pagi, kepedulian mu kepada semua harus sudah dimulai dari sejak kamu bangun. Semangat pagi, tidak akan pernah tidur pagi selamanya. Moga Allah ridha dan selalu menganugerah kan kasih dan sayangNya. Amien.

Barakallahu fiekum