Senangnya Berbuka Puasa

Alhamdulillah, Allah Ta’ala masih memberikan kepada kita semua kesempatan untuk bertemu dengan bulan yang mulia, bulan Ramadhan pada tahun 1437 H. Dengan melakukan shaum Ramadhan berarti kita bersyukur kepada Allah dan berusaha menjadi anak yang bertaqwa. Berbuka puasa

Makan dan minum bisa bernilai ibadah

Sebelum Ramadhan bila kita berniat ketika hendak makan dan minum dengan niatan agar kuat melaksanakan ibadah dan taat kepada Allah, maka makan dan minum yang kita lakukan bernilai ibadah. Dalam bulan Ramadhan, makan dan minum pada saatnya, yaitu waktu sahur dan waktu berbuka juga merupakan perbuatan yang bernilai ibadah di sisi-Nya.  

Menyegerakan berbuka

Setelah seharian menahan makan dan minum, maka ketika matahari telah tenggalam tibalah waktu berbuka, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila malam telah datang dan siang telah pergi serta matahari telah terbenam maka sungguh orang yang shaum telah (tiba waktunya untuk) berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Beliau juga bersabda :

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

“Senantiasa manusia dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca juga : Berkah Perbuatan Sahur Dan Makanannya

Doa Berbuka

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila berbuka beliau berdoa:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

[Dzahabaz-zhomaa u wab tallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru in sya Allah]

“Rasa haus telah pergi dan urat-urat telah terbasahi serta mendapat pahala in sya Allah.” (HR. Abu Dawud)  

Makanan Pembuka Untuk Berbuka

Ketika hendak Berbuka jangan lupa bismillah, dan kemudian memulai berbuka dengan makanan yang Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam biasa berbuka dengannya, yaitu kurma. Bila ada, mulai dengan ruthab (kurma yang setengah matang), bila tidak dijumpai maka berbuka dengan tamr (kurma), dan bila tidak ada maka cukup dengan minum air. Sahabat Anas bin Malik Radhillahu’anhu menceritakan kepada kita bagaimana berbukanya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam :

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٍ فَعَلَى ثَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka dengan ruthab sebelum melaksanakan shalat (Maghrib), maka jika tidak ada ruthab (beliau berbuka) dengan tamr, jika tidak ada (tamr) maka beliau berbuka dengan meneguk air.” (HR. Abu Dawud)

Setelah berbuka dengan kurma, lanjutkan dengan shalat maghrib berjamaah di masjid dan setelah itu baru kita bisa makan nasi dan yang lainnya, jangan terlalu banyak makannya dan jangan juga terlalu sedikit. Semoga bisa kuat dan semangat saat mendirikan shalat tarawih nanti malam. Allahumma Amin…