Senin dan Kamis, Dua Hari yang Barakah

Senin dan Kamis, Dua Hari yang Barakah

Ada tujuh hari dalam satu pekan. Dari ketujuh hari tersebut, ada dua hari yang istimewa, yaitu Senin dan Kamis. Nah, apa saja keistimewaan dua hari tersebut?

Pada hari Senin dan Kami, amal-amal manusia diperiksa

Dari Abu Hurairah radhilallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa aallam bersabda;

تُعْرَضُ أَعْمَالُ النَّاسِ فِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّتَيْنِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ

“Diperiksa amal-amal manusia pada setiap Jumat (maksudnya: setiap pekan) sebanyak dua kali; hari senin dan hari kamis.” [HR.  Muslim]

 

Setiap hari Senin dan Kamis dianjurkan untuk berpuasa sunnah

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, katanya: bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

تُعْرَضُ الْأَعْمَالُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

“Amal-amal manusia diperiksa setiap hari Senin dan Kamis, maka saya suka ketika amal saya diperiksa saat saya sedang berpuasa.” [HR. At-Tirmidzi]

 

Hari dibukanya pintu-pintu surga dan diampuninya manusia

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا رَجُلًا كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا

“Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis, maka saat itu akan diampuni semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, kecuali seseorang yang antara dirinya dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan: ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai.” [HR. Muslim]

 

Hari Senin adalah hari lahir, hari wafat, dan hari diangkatnya Nabi Muhammad sebagai rasul.

Dari Abu Qatadah Al-Anshari radhiallahu ‘anhu, katanya:

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ قَالَ ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ

Nabi ditanya tentang hari senin. Beliau menjawab, “Itu adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus menjadi rasul, atau diturunkanya wahyu kepadaku.” [HR. Muslim]

 

Dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha, bahwa dia ditanya:

أَيِّ يَوْمٍ تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ

Hari apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat? Beliau menjawab: “Hari senin.” [HR. Bukhari]

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam gemar bepergian pada hari Kamis

Ka’ab bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, bercerita:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ يَوْمَ الْخَمِيسِ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ وَكَانَ يُحِبُّ أَنْ يَخْرُجَ يَوْمَ الْخَمِيسِ

“Bahwasanya Nabi shallallahhu ‘alaihi wa sallam keluar saat Perang Tabuk pada hari Kamis, dan Beliau menyukai keluar (bepergian) pada hari Kamis.” [HR. Bukhari]