Shalat itu Tepat Waktu

Shalat itu Tepat Waktu

Mengingat lagi keramaian bulan Agustus lalu. Banyak kegiatan digelar untuk memeriahkan tujuh belasan, hari kemerdekaan Indonesia. Di seluruh kota, hingga pelosok-pelosok desa. Di tempat kamu juga ramai, kan?

Berbagai kegiatan digelar. Lomba, pentas seni, hingga karnaval dan pawai. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa bahkan yang lanjut usia ikut meramaikannya.

Ada lomba apa saja di desamu? Apakah kamu juga ikutan lomba? Asyik ya. Banyak lomba banyak hiburannya. Seru, lucu, menantang. Apalagi kamu menang, dapat hadiah pula.

Nah, yang seru, meriah dan menghibur pastilah karnaval. Pawai panjang diikuti banyak peserta ditonton banyak orang. Sepanjang jalan. Biasanya dilakukan siang hingga sore hari. Diikuti banyak regu. Ada yang berkelompok menurut sekolahnya, kantor pemerintahan, atau perusahaan. Ada pula karang taruna, kelompok tani, kumpulan para tukang ojek, persatuan pencak silat, dan lainnya. Tiap regu memamerkan kreatifitasnya. Drumb band, tari, kuda lumping, gelar akrobatik.

Semakin banyak peserta karnaval, maka semakin panjang pawai iring-iringannya. Semakin lama ditontonnya. Semakin padat juga pengunjungnya. Semakin ramai semakin meriah. Semua peserta semangat. Penonton pun sama semangatnya. Hanya saja di balik semangatnya mereka, ada yang terlupakan. Ada yang terabaikan. Apa itu? Shalat. Semoga kamu tidak termasuk bagian dari kebanyakan orang itu.

Mereka semangat, tapi lupa shalat. Mereka semangat, tapi meninggalkan shalat. Mereka semangat tapi mereka tidak tahu waktu shalat. Kasihaaaan…

Coba bayangkan. Pelaksanaan karnaval dimulai jam dua siang. Sebagian peserta ada yang sudah siap dari jam sembilan pagi. Apalagi yang harus berkostum badut. Muka dicoreng moreng. Berdandan dan bermake up, dari pagi hingga acara selesai. Sementara waktu Dzuhr dilalui, waktu Ashar dilewati. Bahkan Maghrib baru selesai, bubar.

Sungguh banyak peserta karnaval yang tidak shalat Dzuhr, Ashar dan Maghrib. Isya pun belum bisa shalat, karena masih cape.

Para penonton pun ikut-ikutan. Mereka bersiap di pinggir jalan sejak siang, sebelum Dzuhur. Padahal acara baru dimulai pukul dua siang. Jika ditinggal shalat, maka tidak bisa mendapatkan tempat lagi. Berat sekali rasanya mau shalat. Akhirnya pilih tidak shalat. Naudzu billah!

Dan saat waktu shalat Ashar tiba, justeru di saat asyiknya nonton iring-iringan karnaval. Rugi rasanya jika harus beranjak meninggalkan tempat, kalau hanya untuk shalat. Ckckck… tentu ini perilaku tidak baik. Karena berani mengulur waktu shalat hanya demi sebuah pertunjukan. Berani meninggalkan shalat hanya untuk menikmati karnaval.

Shalat. Jangankan ditinggal, ditunda dan bergeser dari waktunya sudah termasuk durhaka kepada Allah, bermaksiat. Orang yang mengulur waktu shalat, apalagi sampai berlarut-larut adalah dosa. Karena shalat haruslah tepat waktu. Shalat yang baik harus di awal waktu. Dan diwajibkan berjamaah di masjid bagi kamu yang laki-laki.

Apapun kegiatan kamu, haruslah selalu ingat waktu shalat. Karena shalat harus tepat waktu. Tidak boleh diajukan di awal, tidak juga dimundurkan. Tidak boleh orang shalat sebelum waktunya. Sebagaimana juga tidak bolehnya orang shalat di waktu yang telah jauh bergeser. Rugi, berdosa. Pastikan shalat kamu selalu tepat waktu. Yesss.

[Saiful Anwar]