Shalat Jama’ karena Hujan

ibadahSore itu, hujan turun dan belum reda. Seperti biasa, Ihsan shalat jamaah maghrib di masjid. Muadzin mengumandangkan iqamat. Imam memimpin shalat maghrib. Selesai shalat maghrib, imam langsung berdiri, dan muadzin pun mengumandangkan iqamat. Imam memimpin shalat isya empat rakaat. Ihsan pun ikut, karena dia sudah tahu, jika hujan shalat maghrib akan digabung dengan shalat isya.

Hujan adalah salah satu alasan diperbolehkannya menjama’ shalat. Para ulama menyebutnya dengan jama’ mathar (mathar berarti hujan).

Sahabat Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma berkata :

جَمَعَ رَسُولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ بِالْمَدِينَةِ فِى غَيْرِ خَوْفٍ وَلاَ مَطَرٍ

”Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam pernah menjama’ shalat zhuhur dan ashar serta maghrib dan isya’ di Madinah bukan karena keadaan takut dan bukan pula karena hujan.” (HR. Muslim)

Suatu ketika, Rasulullah mengimami shalat maghrib, lalu turun hujan dan tidak berhenti ketika shalat selesai. Maka beliau langsung menjama’ dengan shalat isya’, yaitu melaksanakan shalat isya’ di waktu maghrib.

Jama’ mathar hanya boleh dilakukan oleh orang yang berjamaah di masjid bersama imam rawatib (imam tetap). Setelah salam, imam harus segera berdiri dan memerintahkan muadzin iqamat untuk shalat isya. Shalat isya tetap dilaksanakan empat rakaat.

Jika hujan turun sebelum manghrib dan hujan tersebut menghalangi perjalanan menuju masjid, maka laki-laki boleh tidak shalat berjamaah di masjid. Shalat maghrib dikerjakan di rumah dan tidak boleh dijamak dengan shalat isya. Shalat isya tetap dikerjakan pada waktu isya. Dikerjakan berjamaah di masjid jika hujan sudah reda, atau dikerjakan di rumah lagi jika hujan belum reda.

Sedangkan bagi perempuan, tetap lebih utama shalat di rumah seperti biasa. Dan, tidak boleh menjamak shalat maghrib dengan shalat isya.

Nah, sekarang kan sudah musim hujan. Jika saat shalat maghrib turun hujan, lalu imam menggabungkan shalat maghrib dengan isya, jangan terkejut dan bingung ya!

Bila ada yang bertanya, kenapa shalat isya’ dikerjakan di waktu maghrib, jawabannya adalah karena hujan belum reda ketika shalat maghrib selesai, maka diperbolehkan untuk menggabungkan shalat isya’ pada waktu selesai shalat maghrib. Ini adalah rukhshah atau keringanan yang diberikan Allah subhanahuwata’ala kepada umat Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam.