Shalatnya Bolong-bolong

shalat bolong-bolong

Assalamu’alaikum warahmatullah Ustadz, saya ingin bertanya. Bagaimana caranya agar shalat lima waktunya tidak bolong bolong, terutama ashar. Tolong dijawab ya.. Wassalamu’alaikum warahmatullah

Nabila Nurfitria Azzahra

VNI 5 Block SF4/43 Ciangsana, Gn Putri, Bogor.

 

Jawab:

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh

Alhamdulillah, shalat merupakan rukun Islam yang ke dua setelah syahadat. Kita sebagai seorang muslim wajib mendirikan shalat lima waktu. Meskipun sakit maka shalat lima waktu tetap harus dikerjakan sesuai dengan kemampuan, bila tidak bisa berdiri maka dengan duduk, bila tidak bisa duduk maka dengan berbaring.

Dalam kondisi perang, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam tetap mengerjakan shalat. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam juga tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah di masjid ketika mukim (tidak bepergian), kecuali ada udzur, misalnya sakit. Maka ketika beliau shallallahu’alaihi wasallam sakit beliau tetap shalat di rumahnya.

Bila kita mengaku umatnya Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam maka tentunya kita harus mencontoh Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, senantiasa mendirikan shalat wajib lima waktu. Bila kita tertidur dan waktu shalat sudah lewat, maka saat bangun berwudhulah dan kerjakan shalat yang tertinggal.

Jangan sampai kita sengaja meninggalkan shalat, karena Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“Pemisah Antara seorang hamba dengan kekufuran dan keimanan adalah shalat. Apabila dia meninggalkannya, maka dia melakukan kesyirikan.” (HR. Ath Thobariy)

Rasul bersabda :

“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan,’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.” Dalam riwayat lainnya, ”Kemudian zakat akan (diperhitungkan) seperti itu. Kemudian amalan lainnya akan dihisab seperti itu pula.” (HR. Abu Daud)

 

BACA JUGA: Berwudhu Tapi Ada Tip-ex Menempel Ditangan