Si Belang Tiga

Si Belang TigaSiang itu, matahari sangat terik. Rino dan Sasa, dua murid kelas lima, berjalan kaki pulang sekolah. Keduanya terlihat kepanasan, peluh mengucur di dahi dan wajah mereka.

Saat melintasi jembatan di atas parit, tiba-tiba Rino melihat seekor anak kucing. Suara ngeong-nya terdengar lemah. Anak kucing itu terjatuh ke dalam parit yang cukup dalam.

Anak kucing itu berwarna belang tiga. Kucing jenis Persia. Warna dasarnya putih  lalu ditambah bentol-bentol hitam dan sedikit cokelat. Dari warna belang itulah Rino menamainya Si Belang Tiga. Sayangnya, tubuhnya saat itu sangat kotor dan bau karena terjatuh dari parit.

Rino mengambil anak kucing itu dari dasar parit.

Ih, kamu jorok sekali. Kotor tahu!” ucap Sasa langsung menjauhi Rino saat anak kucing itu sudah ada di tangannya.

Biarin!  Karena aku kasihan dengan anak kucing ini!” tukas Rino. “Oya, kamu memang tidak ingat di kelas tadi apa yang dikatakan Bu  Fulana saat mengajar PAI? Siapa yang tidak menyayangi maka tidak disayangi,” lanjut Rino mengingatkan Sasa.

“Ya, sudah kalau begitu aku jalan duluan. Lagi pula anak kucing itu kotor dan bau. Aku tidak mau dekat-dekat sama kamu,” lanjut Sasa. Dia berjalan cepat menjauhi Rino.

Rino tidak menghiraukan Sasa. Dia menggendong anak kucing itu, dan membawanya pulang. Seragam sekolahnya pun jadi kotor.

Baca juga : Hadiah Boneka buat Fida

Setibanya di rumah, Rino langsung ke halaman belakang rumah. Dia lalu memandikan anak kucing itu. Saat sedang asyik memandikan anak kucing, tiba-tiba Mama datang.

“Anak kucing siapa itu, No?” tanya Mama.

“Tidak tahu, Ma! Memangnya kenapa, Ma?”

“Tadi Tante Maya datang kemari menanyakan kucingnya yang hilang,” jelas Mama.

“Jangan-jangan ini kucing milik Tante Maya ya, Ma?”

“Mungkin! Kamu tanya aja ke Tante Maya,” usul Mama lagi.

Tante Maya adalah tetangga dekatnya. Kata Mama, anak kucing milik tante Maya tidak pulang selama beberapa hari.

Ah, aku harus mengembalikkan kepada pemiliknya! Anak kucing inikan bukan milikku!” gumam Rino. Rino pun membawa anak kucing itu ke rumah Tante Maya.

Saat hendak keluar rumah, tiba-tiba Sasa datang.

“Rino, aku minta maaf, ya, atas ucapanku tadi,” ucap Sasa. Matanya melirik anak kucing yang sangat menggemaskan di tangan Rino.

“Iya, aku sudah maafkan kamu,” jawab Rino.

Sasa pun sekarang lega karena Rino mau memaafkannya.

“Aku mau mengembalikkan anak kucing ini,” Rino memberitahukan Sasa.

“Jadi ini anak kucing yang kotor dan bau itu?” tanya Sasa meyakinkan.

“Iya! Lucu dan menggemaskan ya? Tapi sayangnya aku harus mengembalikkan ke pemiliknya. Apa kamu mau ikut aku?” ajak Rino pada Sasa.

“Boleh!” singkat Sasa.

Rino dan Sasa lalu berjalan kaki menuju rumah Tante Maya. Tante Maya senang sekali melihat anak kucingnya kembali.

“Terima kasih ya, No. Kamu sudah menemukan anak kucing Tante ini,” ujar Tante Maya saat menerima anak kucing berwarna belang tiga yang ditemukan Rino.

“Iya, Tante,” ucap Rino lirih. Dia merasa berat mengembalikkan anak kucing itu, sudah terlanjur sayang.

Usai mengembalikan Si Belang Tiga, Rino berpamitan pulang. Baru beberapa langkah, Tante Maya memanggilnya. Karena Tante Maya melihat mata Rino berkaca-kaca saat menyerahkan anak kucing itu.

“No…Rino!” panggil Tante Maya.

Rino yang mendengar panggilan, segera berhenti melangkah. Dia memandang ke arah Tante Maya.

“Kamu sayang dengan  anak kucing ini?” tanya Tante Maya meyakinkan pada Rino.

“Iya, Tante!”

“Kamu suka anak kucing ini?” tanya Tante Maya.

“Suka, Tante. Bahkan dia sudah aku namai Si Belang Tiga,” jawab Rino.

“Ya sudah, tante berikan anak kucing ini untuk kamu,” kata Tante Maya, sambil menyerahkan si Belang Tiga.

“Benar Tante?!” Rino memastikan.

“Iya. Tapi kamu harus merawat dan menjaganya baik-baik, ya!” pesan tante Maya.

“Iya, Tante! Rino akan merawat dan menjaganya.”

Sasa yang melihat pemandangan seperti itu terharu. Ternyata benar juga apa yang dikatakan Rino. Kalau  ingin disayang harus lebih dulu menyayangi tanpa melihat apapun.

Akhirnya Rino dan Sasa meninggalkan rumah Tante Maya dengan hati gembira. Begitu juga Sasa mendapatkan pelajaran yang sangat berharga hari itu. Padahal Sasa tahu kalau Rino tidak mengharapkan apa-apa ketika menolong anak kucing itu. Tapi karena kepeduliannya dan begitu sangat sayang dengan binatang,  Rino pun mendapatkan balasannya. Karena siapa yang menyayangi akan disayangi. Akhirnya Si Belang Tiga, pemberian dari Tante Maya kini menjadi milik Rino.[]

Oleh : Zubeir el-Awwabi