Sombong? Itu bukan Sifatku

 

akhlakAda-ada saja ulah si Endro. Tiap ke sekolah selalu membawa barang baru. Dipamerkannya barang itu ke teman-temannya. Tujuannya, agar ia dipuji dan dianggap hebat oleh teman-temannya.

Kemarin, ia bawa tas baru. Hari sebelumnya, ia memamerkan sepatu futsal model terbaru. Hari ini, Endro ke sekolah naik epeda. Sepeda baru yang dibelikan omnya dari Malaysia. Ia memang ingin pamer, karena biasanya ia selalu diantar jemput naik mobil ayahnya.

Tak cuma benda, Endro juga senang pamer makanan. Tiap hari berganti menunya. Dia bertambah bangga, kalau makanan itu dibelinya dari super market atau mall dan harganya mahal.

Kamu punya kawan model si Endro, nggak? Senangkah berkawan dengannya? Sukakah kamu dengan perilakunya? Pasti kamu tidak suka. Orang sombong dan suka pamer pasti tidak disukai teman-temannya. Dan, itu bukan sifat yang baik. Betul-betul…

Ada lagi si Kunyil. Tiba-tiba, ia marah. Gara-garanya, tak ada kawannya yang mau melihat jam tangan barunya. Tak ada yang mendengarkan ceritanya, tentang jam barunya. Teman-temannya memang tidak suka padanya. Habis, dia sombong. Punya jam hanya buat gaya-gayaan. Dipamerkan. Disombongkan.

Kakak tidak tahu. Apakah di sekolahmu ada anak macam si Endro dan juga Kunyil? Selalu ingin dipuji dan disanjung. Selalu membanggakan benda-benda miliknya. Kalau kita tidak mengakui, dia marah.

Hati-hati, jangan kamu ikuti sifat si Endro, juga gaya si Kunyil. Itu akhlak yang tidak baik. Karakter buruk yang tidak boleh dicontoh. Seharusnya dijauhi. Sejauh-jauhnya.

Jadi orang mesti bersahaja. Kalau kita punya, ucapkan alhamdulillah. Jika belum punya, ya bersabar. Tidak baik jiak kita selalu memamerkan semua milik kita, apalagi didasari rasa sombong. Semua orang harus tahu harus melihat, memuji, dan mengagumi. Sungguh ini perilaku tidak baik.

Lagian apa untungnya kalau suka pamer? Yang terjadi justru sebaliknya. Kawan-kawan menjadi tidak suka dengan kita. Tidak ada yang mau bersahabat dengan kita. Orang sombong dan suka pamer pasti dijauhi kawan. Bahkan, teman yang pernah dekat pun akan menjauh, jika kita tiba-tiba bersikap sombong. Nah lho!

Orang sombong itu selalu sibuk dengan dirinya. Dia selalu menunjukkan apa yang dimilikinya.. Bukan cuma memamerkan benda-benda miliknya, tapi juga membanggakan pekerjaan orang tuanya, atau kehebatan saudara-saudaranya. Juga memamerkan tempat-tempat jauh yang pernah dikunjunginya. Apapun yang tidai bisa dirasakan teman-temannya, pasti dibanggakannya.

Mari menjadi anak baik. Mari menjadi anak shalih. Anak yang selalu taat kepada Allah, rasul dan ayah bunda kita. Menjadi anak yang selalu bersyukur atas karunia nikmat yang diberikan. Selalu berterima kepada siapapun yang telah memberikan kebaikan kepada kita.

Bersombong diri tak ada guna. Ketika kita punya sesuatu, pasti orang lain pun ada yang memiliki dan sama seperti punya kita. Bahkan mungkin jauh lebih bagus dari punya kita. Apa yang hendak disombongkan?

Bersombong diri tak ada manfaat. Ketika kita sombong karena ayah kita punya mobil, pasti ada orang yang memiliki mobil yang sama, atau malah lebih bagus. Apa yang pantas disombongkan?

Bersombong diri tak ada baiknya sama sekali. Jika kita di kelas termasuk yang paling pintar, pasti ada orang lain yang pintar seperti kita. Bahkan banyak lagi yang lebih pintar dari kita. Apa yang pantas disombongkan?

Banyak orang yang tidak suka kepada anak sombong. Hanya orang yang belum tahu saja yang mau berkawan dengannya. Hanya orang yang sedang ada maunya saja yang mau membersamainya. Orang yang ngerti tidak bakalan berkawan dengan anak sombong.

Adakah kawan kamu yang sombong? Anak sombong harus diingatkan. Anak sombong harus disadarkan. Agar mereka meninggalkan sifat sombongnya. Tidak baik berlama-lama menjadi anak sombong. Tak ada manfaatnya.

Karenanya, jangan sampai kita terjerumus kepada kesombongan. Kesombongan harus segera hilang dari diri ini. Sombong? Itu bukan sifatku!

Wallahu A’lam