Syits – Penerus Dakwah Nabi Adam

Setelah meninggalnya Habil, Nabi Adam alaihissalam sangat bersedih. Beliau menangis hingga waktu yang lama. Hingga akhirnya Allah subhanahu wa ta’ala mengaruniakan seorang anak sebagai pengganti Habil. Anak tersebut bernama Syits, yang artinya pemberian Allah.

syits kisah nabiSyits tumbuh sebagai anak yang shalih. Nabi Adam sangat senang, karena anaknya yang satu ini memiliki kelebihan dari segi keilmuan, kecerdasan, ketakwaan dan kepatuhan dibandingkan dengan semua anaknya yang lain. Maka, Nabi Adam pun memilih Syits sebagai penerus dakwahnya.

Setelah Syits menginjak dewasa, Nabi Adam memberikan kepercayaan penuh kepada Syits. Nabi Adam mengajarkan berbagai ilmu yang dimilikinya kepada Syits. Bahkan ketika akan meninggal, Nabi Adam memberikan wasiat kepada Syits untuk menggantikannya dalam memimpin anak keturunannya untuk beribadah pada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Meninggalnya Nabi Adam ‘alaihissalam

Nabi Adam ‘alaihissalam jatuh sakit beberapa hari. Nabi Adam merasa bahwa ajalnya sudah dekat. Sebelum wafat, Nabi Adam berkata kepada anak-anaknya, “Wahai anak-anakku, sesungguhnya aku menginginkan buah dari surga.”

Maka pergilah anak-anak Nabi Adam untuk mencarikannya. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan para malaikat yang membawa kain kafan, ramuan minyak wangi untuk mayat, kapak, cangkul, dan keranda.

Baca juga : Mengusir Yahudi dari Madinah

Malaikat lalu bertanya kepada anak-anak Nabi Adam, “Wahai anak-anak Adam, apa yang kalian kehendaki dan apa yang kalain cari?”

Anak-anak Nabi Adam menjawab, “Bapak kami sakit, ia menginginkan buah dari surga.”

Malaikat berkata, “Kembalilah kalian! Sungguh sekarang ini telah datang keputusan kematian bagi bapakmu.”

Para malaikat pun segera mendatangi Nabi Adam untuk mencabut nyawanya. Ketika mereka datang, Hawa pun segera menemui Nabi Adam. Hawa meminta agar Nabi Adam memohon untuk ditangguhkan kematiannya. Namun Nabi Adam menolak usulan Hawa. Beliau menjawab, “Pergilah engkau dariku, sungguh aku diciptakan sebelummu. Biarkan nyawaku dicabut oleh para malaikat Rabbku.”

Setelah mencabut nyawa Nabi Adam, para malaikat lalu merawat jenazah beliau. Mereka memandikan, memakaikan kain kafan, mengolesi ramuan minyak wangi, lalu membuat galian kubur serta lahat. Selanjutnya mereka menyolatinya lalu memasukkannya ke liat kubur dan menimbunnya. Lalu para malaikat itu berkata, “Wahai anak Adam, inilah tuntunan bagi kalian untuk merawat jenazah manusia yang meninggal dunia.”

Nabi Adam meninggal dunia setelah tinggal di bumi selama 960 tahun. Nabi Adam sudah memiliki banyak sekali anak keturunan. Selanjutnya, Syits menjadi pemimpin bagi anak keturunan Adam.

Sedangkan Qabil, anak Nabi Adam yang durhaka, melarikan diri bersama ke suatu tempat. Qabil adalah makhluk yang pertama kali masuk neraka dari kalangan manusia. Keturunannya banyak yang membuat kerusakan di bumi karena didikannya, sebagaimana Allah ceritakan dalam firman-Nya (artinya);

“Dan berkata orang-orang kafir di neraka: “Wahai Robb kami, perlihatkan kepada kami dua makhluk yang telah menyesatkan kami dari kalangan jin dan manusia. Keduanya akan kami letakkan di bawah kaki-kaki kami, supaya keduanya menjadi orang-orang yang rendah.” (QS. Fushshilat: 29)

Para ahli tafsir mengatakan bahwa dua makhluk itu adalah Iblis dari kalangan jin dan Qabil dari kalangan manusia. Keduanya sebagai pendahulu dan yang semula-mula mengajak masuk neraka.