Tak Takut Sendirian – Kisah Berhikmah

Tak TakutZidan gembira sekali. Adiknya telah lahir. Seorang bayi perempuan yang cantik. Tak henti-hentinya dia memandang wajah imut adiknya, yang sedang tertidur di sebelah uminya.

“Kamu senang, Zidan?” tanya Ummi,

“Senang sekali, Ummi. Akhirnya aku punya adik. Jadi Zidan bisa dipanggil Kakak,” jawab Zidan.

“Alhamdulillah…!” ucap Ummi, “Oya, sesuai janji Kakak Zidan dulu, mulai sekarang Kakak berlatih tidur di kamar sendiri.”

“Iihh, mulai sekarang? Zidan kan masih takut, Mi”

“Takut kenapa? Kan kamarnya sudah disiapkan sesuai keinginan kamu. Dicat warna kesukaanmu. Ditempel poster-poster doa,” kata Ummi.

“Tapi, Zidan masih pengin tidur sama Abi dan Ummi,”

“Sekarang kan ada adik. Kalau kamu masih tidur sama Ummi dan Abi, tempat tidurnya yang nggak muat.” kata Ummi.

Selama ini Zidan memang masih tidur bersama Abi dan Ummi. Maklum, Zidan baru kelas 1 SD. jadi, masih takut kalau tidur sendirian. Abi sudah lama menyiapkan kamar untuk Zidan. Dan Zidan berjanji, jika adiknya lahir, dia akan tidur di kamarnya sendiri,

“Ya sudah, kalau kamu belum bisa tidur sendiri di kamar, nanti biar ditemani Abi dulu. Sampai kamu berani sendirian. Oke, kan?” kata Ummi

“Okee…!” jawab Zidan.

Malah harinya, Zidan punya kesibukan lain, yaitu membantu Ummi yang merawat adik bayi. Jika adik bayi mengompol, Zidan lah yang mengambilkan popok dan air untuk membersihkan air pipisnya. Zidan senang sekali. Hingga tak terasa, sudah jam sembilan lebih. Saatnya tidur.

“Terima kasih kakak Zidan, sudah membantuk Ummi. Nah, sekarang waktunya tidur. Biar besok tidak kesiangan,” kata Ummi.

“Zidan tidur sendirian ya, Um? Takut!” kata Zidan.

“Biar Abi temani kamu dulu,” kata Ummi.

“Ayo Zidan, Abi temani dulu,” ajak Abi.

“Sambil diceritain ya, Bi!” kata Zidan.

Zidan pun segera ke kamar mandi. Buang air kecil, gosok gigi, dan berwudhu. Itu memang kebiasaan Zidan sebelum tidur. Setelah itu, Zidan masuk kamarnya. Kamar yang Abi disiapkan untuknya.

“Zidan ingat cerita tentang Abu Hurairah, kan?” tanya Abi,

“Abu Hurairah yang menangkap pencuri, dan ternyata si pencuri itu setan? Ingat…, Zidan ingat,” jawab Zidan.

“Nah, kamu tahu, surat apa yang dibaca Abu Hurairah agar tidak lagi diganggu setan?”

“Ayat Kursi, kan Bi?” jawab Zidan.

“Betul. Nah, kalau kamu khawatir diganggu setan, bacalah ayat kursi sebelum tidur. Baca juga, surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas. Lalu berdoa sebelum tidur. Sudah hafal, kan?”

“Sudah, Bi,” jawab Zidan. Zidan pun membacanya bersama Abi.

“Nah, insyaallah, tidur kamu tidak akan diganggu setan,” kata Abi,

“Aamiin,” Zidan mengamini harapan Abi. “Mulai besok, Zidan akan berlatih tidur sendiri ya, Bi.”

“Alhamdulillah, Zidan memang anak hebat,” Abi memuji Zidan.

“Kan, Zidan udah besar. Sudah punya adik,” kata Zidan, sedikit tersipu.

Abi tersenyum. Lalu, Abi mulai bercerita tentang kisah sahabat nabi. Belum selesai cerita. Zidan sudah tertidur. Abi pun mematikan lampu kamar dan menggantinya dengan lampu redup. Lalu keluar kamar, meninggalkan Zidan yang terlelap tidur.

[kak Adhe]