Tanaman Apu-apu – Si Pembersih Air

Kalian mungkin sering melihat tanaman ini. Biasanya ada di kolam ikan atau sawah. Sering dianggap tanaman pengganggu, padahal bermanfaat. Inilah tanaman Apu-apu.

Apu-apu

tanaman apu-apu Tanaman Apu-apu sangat mudah dikenali. Tanaman apu-apu biasa tumbuh mengapung di permukaan air yang tenang dan banyak terkena sinar matahari. Misalnya di danau, kolam, rawa-rawa, atau sungai yang aliran airnya tidak deras.

Daun tanaman apu-apu berwarna hijau atau hijau kebiruan dengan ujung membulat dan pangkal agak meruncing. Lembaran daunnya tebal, kenyal, dan lembut, sepintas mirip mahkota bunga mawar. Panjangnya sekira 2-10 cm dengan lebar antara 2-6 cm.

Akar tumbuh memanjang di bawah air. ambut-rambut akarnya dikelilingi gelembung udara, sehingga meningkatkan daya apung tumbuhan itu yang membantu tanaman apu-apu untuk mengapung.

Baca juga : Kastuba -Si Daun Merah

Bunga apu-apu bertipe bunga tongkol yang muncul di ketiak daun. Warnanya putih. Ukurannya sekira 1 cm. Buahnya berbentuk bulat, berwarna merah, dengan ukuran 5-8 mm. Bijinya bulat, berwarna hitam, berukuran sekira 2 mm.bunga tanaman apu-apu

Ada juga yang menyebutnya kapu-kapu, kiapu, ki apung, kayu apu, atau kayu apung. Nama latin tanaman hias ini adalah Pistia stratiotes. Dalam bahasa Inggris disebut water cabbage atau shellflower.

Apu-apu dapat dijadikan tanaman hias di kolam. Namun harus dibatasi pertumbuhannya. Jika terlalu banyak justru dapat menjadi tanaman pengganggu (gulma). Apu-apu juga bermanfaat untuk mengurangi pencemaran air. Sehingga selain menikmati keindahan daunnya, air pun bisa menjadi lebih bersih.