Tanaman Tapak Dara (Catharanthus roseus)

Tanaman Tapak Dara (Catharanthus roseus)

Bunganya berwarna indah. Karena itulah, tanaman ini ditanaman sebagai tanaman hias. Mudah tumbuh, mudah pula perawatannya. Inilah tanaman Tapak Dara.

Tapak dara tergolong jenis tanaman perdu. Tinggi tanamannya hanya  20 cm hingga satu meter saja. Batangnya tumbuh tegak, berkayu, dan bercabang banyak.

Daunnya berbentuk bulat telur, berwarna hijau, tersusun menyirip berselingan. Panjang daunnya sekira 2-6 centimter dan lebarnya 1-3 centimeter. Tangkai daunnya sangat pendek. Jika daunnya dipetik akan keluar getah berwarna putih.2-copy

Bunga tumbuh dari ketiak daun. Mahkota bunga berbentuk terompet dengan ujung melebat. Permukaannya berbulu halus. Bunganya ada yang berwarna putih, biru, merah jambu, atau ungu tergantung jenisnya. Asalkan dirawat dengan baik, tanaman ini akan berbunga sepanjang tahun. Jadi kita bisa menikmati keindahan bunganya terus-menerus.

Tapak dara ada buahnya juga, lho! Buahnya berbentuk silinder, berujung lancip, dengan panjang sekira 1,5 – 2,5 cm Di dalam buah terdapat banyak biji. Biji-biji inilah yang digunakan sebagai benih tanaman tapak dara.

4Tanaman Herbal

Nah, selain bagus untuk penghias taman, tapak dara  juga dapat memiliki berbagai khasiat obat. Tapak dara dapat digunakan sebagai antikanker, menurunkan tekanan darah, obat penenang, menghentikan pendarahan, dan memperlancar buang air kecil.

Tapak dara memiliki nama ilmiah Catharanthus roseus. Nama lainnya adalah sindapor (Sulawesi), kembang tembaga (bahasa Sunda), dan kembang tapak dara (Jawa). Di Cina dikenal sebagai chang chun hua, di Inggris sebagai rose periwinkle, dan di Belanda sebagai soldaten bloem.