Teladan Iman Abu Bakar Ash-Shiddiq

Teladan Iman Abu Bakar Ash-Shiddiq

Siapa sahabat nabi paling mulia? Dialah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Abu Bakar sudah bersama Rasulullah sejak usia muda, sebelum diangkat menjadi nabi dan rasul. Abu Bakar beriman segera setelah Nabi Muhammad mendapatkan wahyu pertama. Abu Bakar juga yang menemani Rasulullah hijrah ke Madinah.

Abu Bakar memiliki sifat-sifat yang mulia. Beliau adalah orang senantiasa membenarkan perkataan Nabi Muhammad. Ketika orang-orang Makkah mendapat kabar bahwa Nabi Muhammad melakukan isra dan mi’raj, mereka tidak mempercayainya. Tapi, Abu Bakar langsung percaya. Karena itulah, Abu Bakar mendapat gelar ‘Ash-Shiddiq’.

Terjamin Masuk Surga

Abu Bakar tergolong sahabat yang dijamin masuk surga oleh Raslullah. Suatu ketika, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga, “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah, mereka yang berpuasa akan dipanggil dari pintu puasa, yaitu pintu Rayyan.”

Lantas Abu Bakar bertanya, “Jika seseorang yang masuk surga dipanggil dari salah satu pintu, itu adalah sebuah kepastian. Apakah mungkin ada orang akan dipanggil dari semua pintu tersebut, wahai Rasulullah?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Benar, dan aku berharap kamu termasuk diantara mereka, wahai Abu Bakar.”

Itulah doa dan jaminan Rasulullah terhadap Abu Bakar Ash-Shiddiq. Pantas saja jika Abu Bakar mendapat jaminan surga. Imannya sangat kuat. Cintanya kepada Allah dan Rasulul-Nya sangat besar. Beliau rela berkorban apa saja, demi tegaknya agama Islam.

Teman Hijrah Rasulullah

Abu Bakar senantiasa menemani Rasulullah. Pada saat hijrah, Rasulullah memilih Abu Bakar untuk menemani perjalanan hijrahnya.

Rasulullah punya kebiasaan untuk mengunjungi rumah Abu Bakar di waktu pagi atau di sore hari. Namun, ketika perintah hijrah turun, beliau datang tidak pada waktu biasanya.

“Tidaklah engkau datang di luar waktu biasanya, pasti karena ada urusan yang sangat penting,” kata Abu Bakar.

Rasulullah menjawab, “Aku telah diizinkan untuk berhijrah.”

Abu Bakar bertanya lagi, “Apakah engkau ingin agar aku menemanimu, wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Iya, temani aku.”

Abu Bakar pun menangis. Terharu, bangga, dan senang telah dipilih oleh Rasulullah untuk menemani perjalanan hijrah menuju Madinah.

Di akhir hayat Rasulullah, Abu Bakar Ash-Shiddiq ditunjuk menjadi imam shalat menggantikan Rasulullah. Setiap kali membaca ayat-ayat Al-Qur`an, Abu Bakar menangis. Ya, Abu Bakar adalah seorang yang sangat lembut. Apabila membaca Al-Qur`an, beliau tak mampu menahan tangisnya. Tanda rasa takutnya kepada Allah.

Setelah Rasulullah meninggal dunia, para sahabat sepakat mengangkat Abu Bakar menjadi khalifah. Pemimpin pertama kaum muslimin setelah Rasulullah.