Telur Mentah atau Matang?

Telur Mentah atau Matang

Ihsan dimintai tolong ibu untuk mengambil telur di dapur. Ibu mau meracik gado-gado. Eh, tapi di dapur ada dua wadah telor. Satu wadah telor mentah, satu wadah lagi telor yang sudah direbus. Warna dan bentuknya sama. Ihsan pun bingung memilihnya.

Ah, Ihsan tahu rahasianya! Ihsan mengambil satu butir telur dari masing-masing wadah. Diputarnya kedua telur tersebut. Ahaa….! Kini Ihsan tahu, wadah mana yang berisi telur yang sudah direbus.

Hmm, rahasia apa sih yang dimiliki Ihsan? Mengapa dia bisa cepat membedakan telur matang dengan telur mentah, ya?

Yuk, kita coba!

Ambil dua butir telur. Satu telur yang masih mentah. Satu lagi telur yang sudah matang. Secara bergantian, putar telur tersebut di atas tempat yang datar. Bisa di lantai, maupun di atas meja. Lihatlah putarannya. Telur yang berputar stabil, itulah telur matang. Sedangkan telur yang putarannya tidak stabil dan bergoyang-goyang, itulah telur mentah.

telur

Lalu, sentuh masing-masing telur tersebut dengan jari. Telur yang matang akan segera berhenti berputar. Sedangkan telur mentah akan melanjutkan putarannya, meskipun tetap tidak stabil.

 

Mengapa?

Beda telur mentah dengan telur matang adalah isinya. Telur mentah berisi cairan, sedangkan telur matang berisi padatan.

Telur matang berisi padatan. Antara cangkang dan isinya telah menyatu, sehingga ketika diputar, akan stabil. Sama seperti kita memutar batu.

Sedangkan telur mentah berisi cairan. Cairan berupa kuning dan putih telur ikut bergerak saat telur diputar. Gerakan putih dan kuning telur di dalam cangkang telur itulah yang menyebabkan telur mentah bergerak tidak stabil. Bahkan ketika disentuh, telur mentah akan terus bergerak. Dalam istilah fisika, telur mentah memiliki inersia atau kelembaman yang lebih kecil dibanding telur matang.

inersiaInersia atau kelembaman adalah keadaan benda untuk menolak perubahan dalam geraknya. Contoh mudahnya, ketika kamu naik mobil dan tiba-tiba mobil direm mendadak, maka kamu akan terdorong ke depan. Si mobil ingin berhenti, tapi tubuh kamu ingin terus maju. Jadilah, kamu merasa terdorong ke depan.