Tenang Saat Mendengarkan Khutbah

tenang saat mendengarkan khutbah

Adik adik yang shalih, pada edisi lalu kita sudah belajar keutamaan shaf pertama shalat Jumat. Orang yang hadir di masjid lebih awal akan mendapatkan pahala yang lebih besar. Jika terlambat, tidak ada pahala yang didapatkan. Kalian tak pernah terlambat, kan?

Saat shalat jumat diawali dengan khutbah. Khatib naik ke mimbar dan memberikan ceramah atau khutbah. Nah, saat khatib berkhutbah, kita dianjurkan untuk tenang mendengarkannya. Kita tidak boleh berbicara.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa mandi pada hari Jum’at, berangkat lebih awal (ke masjid), berjalan kaki dan tidak berkendaraan, mendekat kepada imam dan mendengarkan khutbahnya, dan tidak berbuat yang sia-sia, maka dari setiap langkah yang ditempuhnya dia akan mendapatkan pahala puasa dan qiyamulail setahun.” (HR. Abu Dawud, Nasai dan Ahmad)

Berbicara dengan teman atau berbicara sendiri termasuk perbuatan sia-sia. Bahkan, kita juga tidak boleh menegur orang lain yang berisik. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“Jika engkau mengatakan kepada temanmu, ‘Diam,’ pada hari Jum’at dan imam sedang berkhutbah, berarti engkau telah berbuat sia-sia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi, kalau ada teman yang berisik, kita biarkan saja. Tetap tenang mendengarkan khutbah.

Satu lagi, kita tidak boleh menerobos shaf dengan melangkahi pundak orang-orang di depan kita. Perbuatan ini dilarang oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam :

“Dan barangsiapa melakukan tindakan sia sia dan melangkahi pundak orang-orang, maka shalat Jum’atnya itu menjadi shalat Zhuhur baginya. ” (HR. Abu Daud)

Semoga kita dimudahkan Allah untuk datang awal sehingga tidak melewati diantara pundak orang orang, kemudian duduk dekat dengan tempat imam, dan mendengarkan khutbah dengan penuh perhatian.

Bila kita memenuhi beberapa syarat dalam ibadah jumat ini maka Allah akan memberikan kepada kita pahala yang sangat banyak, yaitu seperti orang yang berpuasa dan shalat malam setahun.