Tetap Semangat Beramal Shalih

Adik-adik yang shalihah, masihkah kalian terkenang suasana bulan Ramadhan? Sungguh luar biasa keseharian kaum muslimin sepanjang bulan Ramadhan. Selalu bersemangat ibadah. Selalu senang beramal shalih. Ibadah apapun terasa ringan. Tidak lagi menjadi beban. Termasuk ketika mengerjakan shalat.

Lihat saja di pagi Shubuh. Sekali pun gelap masih menyelimuti. Udaranya dingin sangat menusuk. Namun tidaklah menyurutkan kaum muslimin datang berbondong ke masjid. Malamnya ramai orang memadati memenuhi masjid untuk shalat Isya dan tarawih. Barisan shalatnya hingga teras masjid. Usai shalat, dilanjutkan tadarus hingga larut malam. Sebulan penuh, khatam 30 juz. Bahkan ada yang berkali-kali khatam.

Itulah kenangan di bulan Ramadhan. Sekarang. Bulan ini. Tak lagi terlihat orang berduyun-duyun ke masjid. Hanya mereka yang memang terbiasa ke masjid yang masih shalat berjamaah. Tak lagi terdengat gema tadarus, kecuali hanya sesaat setelah maghrib.

Bagaimana kamu hari ini? Masihkah kamu shalat ke masjid? Masihkah kamu membaca Al-Qur`an? Masihkah kamu bersedekah?

Subhanallah, semoga kamu tetap semangat. Tetap melazimi amal-amalan shalih. Sekecil atau seringan apa pun. Itu baru anak hebat. Karena, banyak orang yang hanya semangat beribadah hanya di bulan Ramdhhan. Usai Ramadhan, hilang semangatnya. Kamu harus tetap semangat beribadah, sekalipun harus dilakukan seorang diri.
Sungguh kamu menjadi istimewa. Ketika tidak banyak orang shalat di masjid, kamu hadir ke masjid. Bahkan lebih awal. Di shaf pertama. Tidak terlambat atau masbuk.

Sungguh kamu menjadi luar biasa. Ketika kawan-kawanmu malas membaca Al-Qur`an. Tapi kamu tetap semangat. Membacanya, setiap hari, setiap pagi. Satu hari satu halaman. Bahkan satu hari satu juz.
Sungguh hebat. Ketika kamu bisa melazimi puasa sunnah. Kamu mulai membiasakannya. Puasa Senin dan atau Kamis. Atau puasa lainnya.

Adwaamuha wa in qalla, adalah bagian dari yang disabdakan nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam ketika ditanya soal istiqamah. Artinya kontinyu, terus menerus meskipun sedikit. Dan kalimat inilah yang menjadi prinsip istiqamah. Terus berkelanjutan walaupun amal itu kecil, sedikit nilainya. Harus pasti. Berkesinambungan. Rutin diamalkan.

Istiqamah. Amal shalih yang terus menerus dilakukan. Rutin. Bisa tahunan. Bulanan. Setiap pekan. Hari-hari. Atau bahkan setiap usai shalat. Dan ini tidak mudah dilakukan. Harus ada keinginan kuat. Ada motivasi dari orang-orang terdekat. Didukung oleh lingkungan. Hati dan pikiran pun terkondisikan.

Istiqamah dengan amal sedikit, namun pasti. Itu lebih baik dari pada sekali beramal, langsung besar. Namun kemudian libur hingga ketemu tahun depan. Padahal amalnya hanya sedekah, dan tak seberapa. Merasa sudah besar. Sehingga, tidak perlu lagi sedekah kepada yang lainnya. Ini keliru!

Yuk kita biasakan beramal baik. Dari yang paling sederhana. Mengucap salam setiap masuk atau keluar rumah, misalnya. Ingatkan jika lupa. Terus menerus dilakukan. Moga menjadi istiqamah. Dan kebiasaan.

Yuk selalu istiqamah dalam menjalankan shalat wajib lima waktunya. Tak ada alasan meninggalkannya. Di mana pun. Kemudian selalu berdzikir usai shalatnya. Walau hanya sebentar, sekedar menyempatkan memohonkan ampunan bagi ayah dan bunda.

Pilihkan jenis amal yang akan dibiasakan. Dan berdoalah selalu, semoga Allah memudahkan mengistiqamahkan. Menetapi pendirian yang baik, berdasar kebenaran Allah dan rasulNya. Sehingga tidak harus menunggu tibanya bulan Ramadhan untuk meramaikan ragam amal shalih.

Mulailah dari yang paling kecil, paling ringan. Dan paling mudah dilakukan.