Tiga Kota yang pernah menjadi Pusat Islam

Tiga Kota yang pernah menjadi Pusat Islam

Pada masa Rasulullah kota Madinah menjadi pusat pemerintahan Islam. Demikian pula pada masa khulafaur rasyidin, yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Dari Madinah, para khalifah penerus Rasulullah itu memimpin umat Islam.

Setelah masa khulafaur rasyidin, umat Islam dipimpin oleh kekhalifahan kerajaan-kerajaan. Pusat pemerintahannya pun berpindah-pindah sesuai pusat kerajaannya. Beberapa kota yang pernah menjadi pusat Damaskus, Baghdad, dan Istambul.

Damaskus

Kekhalifahan Daulah Umayyah adalah kekhalifahan Islam pertama setelah masa Khulafaur Rasyidin. Khalifah pertama Daulah Umayyah adalah Muawiyah bin Abi Sufyan. Pusat pemerintahannya berada di Damaskus atau Damsyik.

Damaskus adalah sebuah kota di daerah Syam. Sekarang Damaskus menjadi ibukota Suriah. Damaskus menjadi pusat pemerintahan Dinasti Umayyah hingga tahun 750. Setelah itu, ibukota Dinasti Umayyah dipindahkan ke Cordoba di Spanyol.baghdad

Baghdad

Baghdad sekarang menjadi ibukota Irak. Kota ini terletak diantara sungai Eufrat dan Sungai Tigris. Dahulu, kota Bahgdad pernah penjadi pusat pemerintahan Islam semasa Daulah Abasiyah.

Rasulullah menaklukan Baghdad melalui pasukan yang dipimpin oleh Saad bin Abi Waqash.

Pada tahun 762, Khalifah Abu Ja’far Al-Mansur dari Daulah Abbasiyah memindahkah pusat pemerintahan Islam dari Damaskus ke Baghdad. Baghdad berkembang dari kota kecil menjadi kota metropolitan yang megah.

Istambul

istanbul

Istambul terletak di Turki. Istambul menjadi pusat pemerintahan Daulah Utsmaniyah.  Daulah Utsmaniyah adalah kekhalifahan terakhir umat Islam.

Sebelumnya, Istambul adalah ibukota Romawi Timur dan disebut Konstantinopel. Pada tahun  1453, Sultan Muhammad Al-Fatih dari Daulah Utsmaniyah berhasil menaklukan Konstantinopel. Setelah itu, namanya diganti menjadi Istambul, yang berarti “Tahta Islam”. Sultan Al-Fatih juga memindahkan ibukota Daulah Utsmaniyah ke Istambul.