Ucapkan Salam, Tumbuhkan Persaudaraan

Ucapkan Salam, Tumbuhkan Persaudaraan

Setiap hari, kita pasti bertemu banyak orang. Orangtua dan saudara-saudara. Tetangga sekitar rumah. Kawan-kawan sekolah dan guru-guru. Dan banyak lagi orang yang biasa kita jumpai. Setiap hari. Setiap waktu. Di mana dan kapan saja. Karena kita tidak hidup sendiri. Kita mesti bergaul. Kita pasti berinteraksi. Karenanya, mari lakukan yang terbaik. Menghormati orang lain, memuliakan, dan mendoakan.

Selalu mengawali perjumpaan dengan salam. Saat berpapasan. Atau ketika menyapa. Mari senyum dan mengucapkan salam;

“Assalaamu ‘alaikum,”

“Assalaamu ‘alaikum warahmatullah”,

Atau paling lengkap, “Assalaamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakaatuhu.”

Di rumah ada orang tua; ayah dan ibu. Ada kakak, dan juga adik. Terkadang kakek dan nenek pun tinggal bersama kita. Kemudian si bibi, yang biasa membantu pekerjaan harian bunda. Yuk, kita selalu ucapkan salam kepada mereka. Saat ketemu. Saat berpapasan. Juga saat berpisah.

Di sekolah, kita berjumpa dengan bapak ibu guru.  Atau ustadz ustadzah. Di kelas banyak ketemu kawan. Di saat jam istirahat, lebih banyak lagi kawan yang kita jumpa. Lebih beragam pula. Mari ucapkan salam saat berjumpa mereka. Saat menyapa. Saat berpapasan. Bahkan ketika terjadinya di luar sekolah.

Kita juga punya tetangga. Ada kawan yang seusia. Seumuran, sepantaran. Ada tetangga depan rumah. Di belakang. Di samping kiri. Atau di kanan rumah kita. Kepada semuanya, kita biasakan mengucap salam. Di mana pun saat bertemu. Berjumpa. Berpapasan di jalan.

Ada kawan yang sering ketemunya di masjid. Terkadang dari sekolah yang berbeda, namun bisa bareng saat mengaji di masjid. Bisa bareng saat shalat berjamaah. Bisa bersama saat shalat idul fithri di halaman masjid. Jangan lupa ada salam yang diucapkan saat bertemu mereka.

Saat berada di lapangan. Bisa juga ketemu orang lain lagi. Beda sekolah. Beda tempat ngaji. Bukan tetangga. Beda kampung. Namun toh, kita tetap tahu, mengenali. Yang tidak kenal saja kita salami. Apalagi yang jelas kita kenal.

Ketika kita diajak ibu belanja di pasar. Hampir dipastikan akan ketemu juga orang-orang yang kita kenal. Di mall, pusat perbelajaan, kita bisa berjumpa. Di bengkel saat menemani ayah service. Atau sedang duduk menunggu, mencuci sepeda motor.

Banyak orang yang kita temui dan kenal. Maka baik-baiklah kepada mereka. Berbaiklah kepada kawan yang sudah akrab. Maupun kepada kawan yang baru kenal. Bahkan kepada orang baru ketemu sekali. Dan kini berkesempatan berjumpa lagi, untuk kedua kalinya.

Ketika kawan kita semua muslim. Yuk, biasakan untuk mengucap salam. Saat berjumpa atau sekedar berpapasan. Saat ketemu, saat berpisah. Pastikan selalu terbiasa mengucap menyertakan salam.

Salam adalah doa. Mendoakan orang lain agar selalu dalam keselamatan. Agar selalu dalam taburan rahmat. Dan selalu dalam selimut kebarakahan.

Mari biasakan mengawali perjumpaan dengan mengucap salam. Menyertainya dengan sesungging senyuman. Lalu dilanjutkan berjabat tangan, jika mungkin.

Ada etika yang diajarkan soal salam oleh baginda yang mulia, Rasulullah shalallahu alaihi wa salam. Bahwa beliau bersabda, yang berkendaraan hendaknya memberi salam kepada yang sedang jalan kaki. Yang berjalan kaki menyapa salam kepada yang duduk. Yang sedikit kepada yang banyak. Yang muda memberi menyapa salam kepada yang lebih tua.

Kalau kemarin-kemarin, kita hanya senyum saat berjumpa. Mari menyapanya sambil mengucapkan salam. Mari biasakan. Jika kemarin-kemarin ketemu kawan biasa saja. Tidak senyum tidak menyapa. Maka saatnya kini, mengucap salam.

Kalimat salam, bisa dengan kalimat yang pendek ; “assalaamu ‘alaikum” atau “assalaamu ‘alaikum warahmatullah” atau lebih baik lagi jika dengan menyempurnakan lafadz salamnya, “assalaamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakaatuhu.” Salam terbaik adalah jika sempurna diucapkan.