Unta Baktria, Unta Berpunuk Dua

Unta Baktria, Unta Berpunuk Dua

Kalian tahu binatang unta, kan? Tentu tahu, dong! Binatang padang pasir yang paling tahan haus. Nah, ada dua jenis unta yang hingga kini masih hidup. Unta berpunuk satu dan unta berpunuk dua.

Unta dengan satu punuk dikenal sebagai unta Arab (Camelus dromedarius). Sedangkan unta berpunuk dua dinamakan Unta baktria (Camelus bactrianus). Unta baktria hidup di daerah gurun di asia tengah, antara Irak, Iran, Afghanistan, Pakistan, hingga gurun Gobi di China.

bUnta baktria memiliki tinggi 2 meter dan berat tubuh sekita 800 kg. Dibandingkan dengan unta arab, unta baktria lebih kekar dan tangguh. Mereka mampu bertahan di panas padang gurun yang sangat panas di gurun Iran, hingga musim dingin yang membeku di Tibet.

Namun, unta baktria lebih lambat dibandingkan unta arab. Jika kedua unta berjalan bersama-sama selama satu jam, unta arab dapat menempuh jarak 13-16 km per jam, sedangkan unta baktria hanya sekira 4 km.

Makanan unta adalah rumput, daun-daunan, dan sereal. Punuk unta berfungsi sebagai penyimpan lemak. Lemak ini menjadi cadangan makanan dan air selama beberapa hari. Jika lemak mereka habis, gundukan ini menjadi kusut dan lembek. Ketika haus, seekor unta dapat bisa minum 30 galon (135 liter) air hanya dalam waktu 13 menit.

Unta baktrian memiliki telapak kaki lebar dan berlapis. Lutut dan dadanya berkulit lebih tebal. Lubang hidung dapat membuka dan menutup. Telinga memiliki rambut-rambut pelindung. Pada matanya terdapat alis yang tebal dengan dua baris bulu mata yang panjang.c

Populasi unta baktria yang diperkirakan berjumlah 1,4 juta ekor. Sebagian besar berada di peternakan. Hanya ada sekira 950 ekor yang hidup liar di Tiongkok barat laut dan Mongolia pada tahun 2002. Karenanya, unta ini tergolong jenis spesies yang terancam kritis.