Utsman bin Affan Menyatukan bacaan al Quran

Utsman bin AffanUtsman bin Affan Menyatukan bacaan al Quran – Al Quran adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. Al quran turun dalam bahasa Arab dan dibaca dalam bahasa Arab. Ayat-ayat al Quran turun secara bertahap selama kenabian nabi Muhammad.

Pada masa Nabi Muhammad, beberapa orang shahabat ditugasi mencatat setiap ayat al Quran yang turun. Mereka mencatat al Quran di pelepah kurma atau kulit binatang.semua ayat yang turun mereka catat tanpa terlewat sedikit pun.

Selain mencatat, para shahabat Nabi menghafal al Quran. Tidak semua shahabat Nabi bisa menulis. Nabi sendiri juga tidak bisa menulis tapi beliau hafal semua ayat al Quran. Beliau menyuruh para shahabat yang bisa menulis agar mencatat al Quran. Dengan dicatat, para shahabat bisa membaca jika mereka lupa.

Setelah nabi Muhammad wafat, Abu Bakar Ash Shiddiq selaku khalifah pertama mengumpulkan semua catatan al Quran. Beliau menyatukan catatan para shahabat dan mengumpulkannya menjadi satu bundel catatan. Hal ini beliau lakukan karena banyak para shahabat yang hafal al Quran gugur saat perang. Catatan ini telah dicocokkan dengan hafalan para shahabat Nabi dan telah dikoreksi.

Baca juga :  Muhammad bin Wasi’ – Tak Silau oleh Dunia  

Menyatukan bacaan al Quran

Pada masa kekhilafahan Utsman bin Affan, terjadi perselisihan mengenai cara membaca al Quran. Ada yang menggunakan cara bacaan suku tertentu dan ada yang membaca dengan gaya suku Quraisy. Berbeda cara tapi maknanya sama. Pada waktu itu, hampir saja kaum muslimin berseteru karena perbedaan bacaan. Lalu, setelah bermusyawarah dengan para shahabat terkemuka, khalifah Utsman menentukan bacan Quraisy sebagai bacaan resmi al Quran.

Beliau lalu menulis mushaf al Quran dengan bacaan Quraisy. Mushaf ini diperbanyak dan dikirim ke berbagai wilayah. Mushaf ini dijuluki mushaf Utsmani. Khalifah menginstruksikan agar semua kaum muslimin membaca al Quran dengan cara baca mushaf Utsmani. Sampai saat ini, kaum muslimin membaca al Quran dengan bacaan utsmani. Adapun cara membaca al Quran selain Utsmani tetap dijaga dan dihafal oleh para penghafal al Quran.

Demikianlah. Al Quran yang kita baca hari ini sama dengan al Quran yang diturunkan Allah kepada nabi Muhammad. Tidak ada yang tertinggal dan tercecer. Hafalan para shahabat sama persisi dengan hafalan para penghafal quran hari ini. Inilah keutamaan al Quran. Allah berjanji akan menjaga al Quran ini sampai hari kiamat. ()