Satelit Voyager, Si Penjelajah Tata Surya

satelit voyager

Angkasa luar selalu menimbulkan rasa penasaran. Manusia ingin tahu, seperti apa keadaan di luar atmosfer bumi. Mulailah para peneliti mengirimkan satelit luar angkasa untuk membantu melihat dengan lebih dekat. Salah satunya adalah satelit kembar Voyager 1 dan 2, yang diluncurkan oleh NASA (Lembaga Antariksa Amerika).

Sebelum kalian lahir, kedua satelit Voyager sudah menjelajah angkasa luar kita, lho! Voyager 1 diluncurkan pada 5 September 1977. Sedangkan Voyager dua diterbangkan dari bumi pada 20 Agustus 1977. Jadi, keduanya sudah berumur 40 tahun.

Satelit Kembar Voyager

Keduanya memiliki bentuk dan ukuran yang sama. Misi utama Voyager adalah mengamati dan meneliti sistem planet Jupiter dan Saturnus, kemudian ditambah misi meneliti sistem planet Uranus dan Neptunus. Ternyata, Voyager masih bisa bertahan dan hingga kini digunakan untuk mengamati heliosphere dan ruang antar bintang.

Pada 5 tahun awal, Voyager telah meneliti dari dekat planet Jupiter, Saturnus lengkap dengan cincin dan bulan-bulan yang dimilikinya, planet Uranus, Neptunus, dan lain sebagainya. Gambargambar planet yang kita kenal sekarang, sebagian besar adalah hasil dari pemotretan yang dilakukan oleh dua satelit Voyager ini.

Meskipun sudah tua, namun kedua Voyager masih terus berjalan. Pada tahun 2016, keduanya sudah berada di luar tata surya, dan masih terus menjauh. Sinyal Voyager 1 masih terus mengirimkan sinyal yang bisa ditangkap dari bumi. Butuh 36 jam lebih bagi sinyal Voyager 1 untuk bisa sampai ke bumi. Dari bumi, Voyager 1 berjarak 18,4 miliar kilometer, sedangkan Voyager 2 berjarak 15 miliar kilometer, menjadikan keduanya misi antariksa yang terlama dan terjauh dari bumi.

 

BACA JUGA: Kompor Tenaga Surya, Kompor Ramah Lingkungan